Tingkat Pengangguran Terbuka Kaltim Turun 0,4 Persen

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalimantan Timur Februari 2023 sebesar 6,37 persen, turun 0,4 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. TPT hasil Sakernas Februari 2023 sebesar 6,37 persen.

TPT menurut jenis kelamin sama-sama mengalami penurunan dibandingkan Februari 2022, yaitu TPT laki-laki turun 0,27 persen poin, sedangkan TPT Perempuan turun sebesar 0,68 persen poin. Dibandingkan Februari 2021, TPT laki-laki turun sebesar 0,56 persen poin dan perempuan turun sebesar 0,24 persen poin.

Pada Februari 2023, TPT perkotaan sebesar 6,64 persen lebih tinggi dibanding TPT di daerah perdesaan yang sebesar 5,78 persen. TPT menurut daerah tempat tinggal antara Februari 2023 dan Februari 2021 memiliki pola yang sama tetapi berbeda terhadap Februari 2022.

“TPT menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan periode Februari 2021 sampai Februari 2023 mempunyai pola yang selalu menurun pada kategori SD ke bawah dan SMP. Sementara pada kategori SMA sampai Universitas cenderung fluktuatif,”terang Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana Nababan dalam keterangan resminya, Kamis (11/5).

Pada Februari 2023, TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 9,21 persen meskipun mengalami penurunan dari Februari 2022 yang sebesar 11,06 persen.

Sementara TPT yang paling rendah terdapat pada jenjang SD ke bawah sebesar 3,43 persen. Sebelumnya pada Februari 2022 TPT paling rendah terdapat pada jenjang pendidikan Universitas yaitu sebesar 4,30 persen yang pada tahun 2023 meningkat menjadi 5,06 persen.

“Dibandingkan Februari 2022, TPT hampir semua kategori pendidikan mengalami penurunan kecuali untuk tamatan Diploma I/II/III dan Universitas yang masing-masing naik sebesar 1,93 persen poin dan 0,76 persen poin,”tuturnya.

Dampak pandemi COVID-19 belum sepenuhnya hilang pada ketenagakerjaan Kaltim terdapat 29.831 orang (1,01 persen penduduk usia kerja) yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (2.761 orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (1.302 orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (486 orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (25.282 orang). (adv-diskominfo kaltim/kmfprb/dho)

Bagikan:

Related posts