Ilyas : Pariwisata Jangan di Hitung Dari PAD, Tetapi Hitunglah Dari Multi Efeknya

Foto Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Berau Ilyas Natsir.

TANJUNG REDEB, swarakaltim.com – Sebagai salah satu Kabupaten penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Kabupaten berau terus berbenah. Salah satu potensi yang menjanjikan dan mendatangkan hasil jika dikelola dengan professional adalah pariwisata. Namun sejauh ini banyak orang menganggap, wisata sebatas lokasi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), oleh sebab itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menyatakan sektor pariwisata itu jangan hanya dihitung dari sisi PAD, melainkan dari multiplayer efeknya. 

Mengenai sempat ramainya pernyataan terkait pariwisata yang belum memberikan Pendapatan Asli Daerah secara maksimal, Ilyas Natsir mengungkapkan hal terpenting dari pariwisata itu. menurutnya pariwisata bisa dilihat dari banyak aspek, mulai dari  wisatawan yang datang dan menginap di perhotelan, makan di restaurant, dan berbelanja untuk kebutuhan oleh-oleh di Berau, hingga sewa menyewa transportasi untuk membantu melintas ke tempat-tempat wisata. 

“Paradigma dan sudut pandang yang salah ini yang harus diubah dimasyarakat, sebab jika kita hanya focus mengacu kepada wisatawan, kesanya pendek, namun jika dirunut maka akan ketemu apa saja keuntungan yang masyarakat peroleh jika pariwisata kita maju, “terang Ilyas. 

Menurutnya, berdasarkan dari multiplayer efek yang telah disebutkan sebelumnya itu sebagai aspek pelipatgandaan perekonomian yang jauh lebih besar dibandingkan PAD. Menurutnya, Pendapatan Asli Kampung juga sebagai bagian dari meningkatkan PAD dengan cara tidak hanya retribusi karcis, tetapi bisa dengan cara mengenakan tarif parkir yang dapat mendatangkan pendapatan. 

“Mulai tahun ini PAD kita dari sector wisata sudah cukup lumayan hingga capai puluhan juta. Paling besar pendapatan dari pariwisata itu diantaranya penginapan hotel, BBM, sewa transportasi. Jika dibandingkan dengan retribusi, tidak ada apa-apanya,” imbuhnya.

Selain itu, Ilyas juga mengatakan untuk terkait sarana dan prasarana di sektor pariwisata memang masih belum maksimal, yang juga dikarenakan kurangnya anggaran. Sehingganya, akan tidak mencukupi untuk melengkapi sarpras yang masih ada kekurangannya dan lebih diprioritaskan untuk hal lain yang lebih membutuhkan untuk diadakan perbaikan.

“Terkait sarana dan prasarana tentu saja belum maksimal, pelan-pelan kita benahi. Seandainya, Pemprov memberikan anggaran besar pastinya akan lebih cepat pula terselesaikan,” tandasnya. (Nht/Asti).

Loading