Kepsek SMKN 4 Samarinda Tri Raharjo Sebut Teknis Pelaksanaan PPDB online Wewenang Panitia.

Hadi Trismanto Sarankan Orang Tua Komunikasi Dengan Anak.

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Sekolah tingkat SMA maupun SMK membuka Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) secara online, di SMKN 4 Samarinda turut dalam menjalankan program dari Kemendikbud tersebut, hal ini mempermudah dalam proses penerimaan siswa baru.

Saat di temui media Swarakaltim Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 4 Samarinda Tri Raharjo, S.Pd., M.M mengatakan bahwa sebagai fungsi kepsek, telah membentuk sistem yakni panitia PPDB.

“Terkait dengan teknis sudah menjadi tugas dan wewenang pihak panitia PPDB, dan semua sarana yang di persiapkan, agar masyarakat yang datang merasa nyaman di SMKN 4 Samarinda ini,” lanjutnya, Selasa (13/6/2023).

“Panitia yang di bentuk ini sudah menjalankan tugas dan fungsinya dalam melayani masyarakat, mulai dari kesulitan dalam pendaftaran secara online hingga pengarahan melengkapi berkas yang di butuhkan dalam sistem PPDB online ini,” ujarnya.

“Dan para panitia ini menjalankan sesuai dengan peraturan dari Kemendikbud dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim),” ucapnya.

“Bagi masyarakat yang merasa kesulitan dalam mendaftar anaknya, pihak panitia yang telah saya bentuk dan di SK ini, telah siap membantu memberikan arahan agar masyarakat yang datang untuk mendaftarkan anaknya sekolah dapat merasa nyaman dengan pelayanan di sekolah ini,” katanya.

“Disini Kami memberanikan diri bagaimana dalam melayani masyarakat berbeda dan lebih membangun kepuasan masyarakat dan itu merupakan tugas saya,” jelas Kepsek SMKN 4 Samarinda ini.

Di tempat terpisah Ketua Panitia Pelaksana PPDB online Hadi Trismanto didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Sapras Sarijanto menjelaskan bahwa kegiatan PPDB online sudah berjalan sejak hari Senin 12 Juni 2023 lalu.

“Di tahun ini, SMKN 4 Samarinda menerima siswa sebanyak 448 orang yang terbagi dari setiap kelas sebanyak 32 orang dan di SMKN 4 Samarinda terdapat 14 kelas,” imbuhnya.

“Untuk penerimaan jalur bina lingkungan, afirmasi, dan prestasi akan di tutup pada di hari ini (red, 14/6/2023), sedangkan untuk jalur umum (reguler) di buka pada tanggal 19 hingga pada tanggal 22 Juni 2023 mendatang,” jelasnya.

Hadi Trismanto juga mengatakan pula bahwa saat ini (red, 13/6/2023) banyaknya masyarakat yang mendaftar, terdapat masih banyak yang belum melengkapi berkas yang di butuhkan dalam sistem PPDB online.

“Sehingga banyak yang di tolak oleh sistem dan salah satunya Jalur Afirmasi dari 73 berkas yang masuk mendaftar, hanya 1 yang di terima sisanya belum memenuhi syarat,” tambahnya.

“Dalam memilih sekolah untuk anaknya, masyarakat harus paham jalur yang telah di tetapkan oleh Kemendikbud dan Disdibud Kaltim, seperti di SMKN 4 Samarinda ini terdapat Jalur Afirmasi, Prestasi, Bina Lingkungan, dan anak kandung GTK,” ucap Hadi Trismanto.

“Bagi peserta yang belum sempat mendaftar sesuai waktu pelaksanaan jalur tersebut, maka di perbolehkan untuk mengikuti jalur reguler (umum) dan berdasarkan nilai kelulusannya dari nilai 85 hingga 88 dan sudah di atur oleh sistem, sehingga ada batasan dalam penerimaan siswa baru di jalur reguler ini,” paparnya.

“Dan masyarakat harus memahami bahwa dalam pendaftaran tidak ada namanya cabut berkas, karena sistem online,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Hadi Trismanto menganjurkan kepada orang tua siswa agar tidak memaksakan kehendak dalam menyekolahkan anaknya terutama dalam jurusan di SMK, agar anaknya dapat belajar dengan baik.

“Karena kami ada pengalaman sendiri, terdapat salah satu orang tua murid telah memaksakan anaknya masuk di SMKN 4 Samarinda, hal ini di sebabkan anaknya tidak di terima di SMA, dan alhasil anaknya jadi malas belajar, dan tidak menyesuaikan diri sehingga anaknya banyak yang bolos sekolah,” ungkapnya.

“Untuk itu, sebelum memilih sekolah, alangkah baiknya di komunikasi dengan anaknya, sekolah yang mana dia inginkan, sehingga ada semangat belajar bagi si anak ketika masuk di sekolah yang di inginkan ini,” tutur Hadi Trismanto.

“Pada dasarnya sekolah itu sama semuanya, dan tergantung pada kemauan anak dalam mengikuti pelajaran di sekolah itu, serta dorongan dan dukungan dari orang tuanya” pungkasnya. (*/AI)

Bagikan:

Related posts