Tingkatkan Kinerja Pembinaan Posyandu Melalui Peran Pokjanal

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan kota Samarinda dr Budi Triyanto Hadi menyampaikan melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu dapat meningkatkan kinerja pembinaan Posyandu.

Hal ini disampaikan dr Budi yang ketua tim seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam paparannya pada Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Hotel Grand Sawit Samarinda, Kamis (22/6/2023).

Budi menjelaskan, konsep dasar Pokjanal Posyandu sebagai wadah koordinasi pengelolaan program pembinaan posyandu dari unsur pemerintah dan peran serta masyarakat.

Ia merincikan tugas dari Pokjanal diantaranya menyiapkan data dan informasi tentang keadaan maupun perkembangan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan Posyandu dan menindaklanjuti sesuai dengan permasalahan yang ada.

Kedua lanjutnya, menganalisa masalah dan kebutuhan intervensi program berdasarkan pilihan alternatif pemecahan masalah sesuai dengan potensi dan kebutuhan program.
kemudian ketiga, menyusun rencana kegiatan tahunan dan mengupayakan adanya sumber dana untuk mendukung kegiatan pembinaan Posyandu.

Keempat, mengupayakan sumber-sumber dana guna mendukung operasional posyandu. Kelima, melakukan bimbingan, pembinaan, fasilitasi, advokasi, pemantauan dan evaluasi rutin.

Selanjutnya keenam, memfasilitasi penggerakkan dan pengembangan partisipasi gotong royong dan swadaya masyarakat dalam mengembangkan Posyandu.

“Juga melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan program kepada Menteri Dalam Negeri/Gubernur/Bupati-Walikota dan Camat sesuai tingkatannya,” terangnya.Budi juga menyampaikan beberapa persoalan selama ini diantaranya bahwa ada persepsi selama ini bahwa Posyandu itu merupakan tugas teknis kesehatan, sebenarnya ada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, DP2KB, Bappeda. Jadi tupoksi masing-masing sektor yang belum jelas,” jelas dr Budi.

Kemudian lanjutnya, selama ini Pokjanal yang ada hanya sekedar SK dan belum adanya sekretariat tetap. “Keterbatasan jumlah maupun kemampuan SDM dalam pengelolaan Pokjanal maupun Sistem Informasi Posyandu dan kurangnya sosialisasi,” bebernya.

Begitu juga persoalan anggaran, dimana tidak tersedianya dukungan pendanaan yang memadai menjadi kendala selama ini. “Program kerja juga belum jelas dan terintegrasi. Koordinasi antar sektor/lembaga pun masih lemah,” pungkas dr Budi.

Di hari ketiga yang merupakan pelaksanaan terakhir, kembali peserta diikuti dari Lurah dan Puskesmas dari 5 kecamatan se kota Samarinda.(dho)

Loading