Crane RDMP Sentuh Kabel Tegangan Tinggi PLN, Bikin Black Out Listrik di Kalimantan.

Loading

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Penyebab padamnya listrik yang berdampak di tiga provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata akibat  kendaraan alat berat crane di kawasan Kilometer (KM) 13  Area 75 Projects RDMP Balikpapan.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini, sebuah tiang crane bewarna merah mengenai kabel induk membuat terjadinya pemadaman listrik secara kontan. 

Insiden ini dibenarkan Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder

PLN UIP3B Kalimantan, Lilia Oktavia saat dikonfirmasi usai investigasi.

Lilia Oktavia mengaku baru mengetahui setelah mendapat foto dari lapangan milik orang lain.

“Saya kemarin cuma dapat foto-foto dari lapangan dan video, videonya juga nggak tahu bukan dari petugas kami. Nggak tahulah, pokoknya sudah ramai di WhatsApp pas saya dapat dan akhirnya kami tahu kalau penyebabnya itu.  Kemudian petugas kami ke sana untuk mengecek kebenaran dan keadaan nya,” ucapnya.

Ia mengaku pemadaman listrik diketahui melalui alat proteksi gangguannya dari jalur Kariangau-Karang Joang yang menyebabkan padamnya listrik lebih dari sejuta pelanggan.

“Kalau kronologi dari sisi kami itu gangguannya pukul 10.44 WITA langsung padam, pukul 13.00 WITA semua tranmisi dan gardu itu sudah beroperasi normal. Tapi pembangkit PLTU-PLTU yang besar sudah padam dampak dari gangguan, buat nyalain PLTU lagi butuh waktu. Akhirnya secara bertahap pukul 24.00 WITA sudah normal semua tadi malam,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya juga bersyukur karena kabel transmisi  induk yang terdampak  karena tiang crane yang mengenai kabel induk itu tidak sampai putus.

“Jadi kabel itu cuman kayak terkopek atau luka saja, tapi masih bisa dipakai, Alhamdulillah. Kalau putus itu kami harus turun lapangan, harus nyambung lagi. Itu tegangan tinggi, dan posisinya tinggi, kena crane kabelnya luka langsung konslet ke sistem,” tuturnya.

“Dampaknya cukup berat, tapi itu maksudnya tidak ada pelanggan yang merasakan padam selama itu. Maksudnya kami juga melakukan menajemen beban, jadi dengan pembangkit yang ada itu dibagi-bagi,” jelasnya.

PLN UIP3B Kalimantan pun memberikan teguran kepada RDMP Balikpapan untuk menegaskan larangan melakukan aktifitas di bawah jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) tersebut.

“Jadi kejadian -kejadian. Seperti itu sudah kami  antisipasi sebelumnya.  kejadian  seperti itu,  pihak PLN sudah  memiliki langkah-langkah pencegahannya. Tim saya yang di lapangan itu sudah berkordinasi dengan RDMP dan sudah menginformasikan bahwa di area situ bebas pengerjaan dengan alat berat crane karena memang ada stand yang agak rendah. Maksudnya ada kabel melintang tolong jangan kerja di situ, RDMP juga sudah mengetahui. Tapi, mungkin kemarin kecolongan atau mungkin operatornya itu baru jadi nggak tahu dan kena. Untuk selanjutnya ini kami kirim surat teguran ke mereka, tegaskan lagi pokoknya nggak boleh ada aktifitas di bawahnya. Begitu juga disampaikan dampaknya,” tegasnya.(*/pr/SIS)