Lewat Sosbang, Di Makroman Puji Kembali Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Bawa Pesan Khusus Persatuan di Masa Kampanye

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Wakil ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Puji Setyowati SH MHum menekankan pentingnya memberikan pemahaman tentang 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada semua warga negara Indonesia.

Kali ini kembali dilakukan Legislator Kaltim melalui Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang ) di kelurahan Makroman, Rabu (29/11/2023) malam dengan menghadirkan ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim Dr Syaharie Jaang SH MH MSi yang pernah menjabat Wali Kota Samarinda periode 2010-2015 dan 2016-2021, dan Dr Jaidun SH MH dari Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda.

“Saya sebagai anggota DPRD Kaltim memiliki kewajiban agar kebangsaan itu ada di dalam diri kita. Bagaimana kita bersilaturahim yang baik, bagaimana kita saling asah asih, dan asuh terhadap tetangga, terhadap umat dan kaum kita. Kita juga harus gotong royong terhadap lingkungan dimana kita tinggal,” ucap Puji Anggota DPRD Kaltim asal Daerah Pemilihan Samarinda.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, falsafah dimana bumi dipijak, langit dijunjung menjadi sebuah tekad keyakinan di dalam diri semua bersama-sama untuk mempunyai tanggung jawab yang sama.

Dikatakannya tidak boleh melupakan sejarah. Karena sejarah itulah yang akan menanamkan dan meletakkan dasar dalam diri setiap warga negara.

“Makanya disebut pilar, pilar adalah penyangga. Bayangkan saja kalau rumah ini tidak ada pilar-pilar penyangga. Kita mau tinggal dimana karena dindingnya akan rata dengan tanah. Plafon ini tidak ada lagi karena rata dengan tanah. Begitu besarnya, begitu kuatnya pilar yang akan diwariskan ke generasi-generasi melalui bapak ibu sekalian yang akan menjadi generasi penerus bangsa, khususnya Kaltim dan Samarinda,” ungkapnya.

Sementara Syaharie Jaang dalam materinya diantaranya menekankan persoalan disintegrasi bangsa. “Saat sekarang kita masih terus sibuk berbicara bagaimana keutuhan NKRI. Jadi, kita tidak boleh lengah. Bermacam-macam pengaruh, apalagi globalisasi, apalagi kemajuan teknologi dan informasi sekarang luar biasa,” beber Jaang.

Apalagi lanjut Jaang, sekarang sudah memasuki tahapan kampanye Pesta Demokrasi yang tentunya memiliki potensi terhadap terjadi disintegrasi akibat adanya perbedaan.

“Mari kita terus menjaga persatuan dan kedamaian demi mempertahankan kondusifitas di kota Samarinda yang telah tercipta dan terpelihara selama ini. Walaupun berbeda-beda partai, berbeda pilihan Presiden dan Wakil Presiden, tetap utamakan persatuan,” pesan Syaharie Jaang.(dho)

Loading