SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelontorkan anggaran besar untuk memperkuat konektivitas wilayah pedalaman. Melalui APBD Provinsi Kaltim, dana sebesar Rp49,8 miliar dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan penghubung Tering menuju Ujoh Bilang sepanjang 33 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Jalur yang selama ini dikenal berlumpur dan sulit dilalui tersebut kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Pembangunan yang terus dikebut membuat akses jalan perlahan semakin mulus dan mempermudah mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik ke wilayah pedalaman Barat Kaltim.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan di kawasan tersebut kerap menjadi keluhan warga karena menjadi jalur utama transportasi masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok. Saat musim hujan, kendaraan bahkan sering kesulitan melintas akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur.

Kini, perubahan mulai terlihat. Dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama jajaran DPRD Kaltim dan Forkopimda dapat melintasi jalur tersebut dengan kondisi yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim menilai pembangunan jalan penghubung Kubar–Mahulu itu tidak hanya sebatas proyek infrastruktur, namun juga menjadi langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini cukup tinggi.
Akses jalan yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan kebutuhan pokok ke Mahakam Ulu maupun kawasan sekitarnya. Dengan mobilitas angkutan yang lebih lancar, biaya transportasi logistik juga diproyeksikan ikut menurun sehingga berdampak pada harga kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas PUPR-Pera Kaltim, proyek pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang Tahap II tersebut dikerjakan selama 175 hari kalender dengan nilai kontrak sebesar Rp49.837.970.500 yang bersumber dari APBD Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh PT Belawa Maha Karya dengan pengawasan dari CV Totality Engineers. Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan konektivitas jalan tersebut dapat tersambung sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.

Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan pembangunan jalan lintas kabupaten itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pedalaman.
Menurutnya, konektivitas wilayah menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke kawasan perbatasan dan pedalaman Kaltim.
“Pembangunan konektivitas wilayah menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.(*dho)