BALIKPAPAN,Swarakaltim.com – Perbaikan jaringan pipa air bersih secara bertahap hingga 2026. Hal ini bertujuan, agar distribusi air bersih kepada pelanggan tidak terganggu, akibat kebocoran pada pipa jaringan distribusi. Demikian diunkapkan Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin. Menurutnya, perusahaan akan terus melaksanakan program rehabilitasi jaringan pipa secara masif meskipun dilakukan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan di lapangan.
“Kami akan terus melakukan perbaikan secara menyeluruh. Mungkin dilakukan bertahap, tetapi cakupannya tetap luas. Harapannya kualitas pelayanan, cakupan distribusi, dan kontinuitas pasokan air kepada masyarakat dapat terus terjaga,” kata Yudhi, Selasa (2/6/2026).
Lanjut Yudhi, salah satu persoalan utama yang dihadapi selama ini adalah kondisi jaringan pipa yang belum sepenuhnya stabil akibat kebocoran yang masih sering terjadi. Situasi tersebut menyebabkan distribusi air yang sempat normal selama beberapa hari kembali terganggu ketika muncul titik kebocoran baru.
“Masalah yang selama ini kami hadapi, ketika aliran air sudah bagus dan berjalan dua sampai tiga hari, kemudian terjadi kebocoran lagi sehingga distribusi harus dihentikan sementara. Akibatnya, air di dalam jaringan pipa tidak pernah benar-benar stabil,” tegasnya.
Yudhi mengaku, PTMB menjadikan tahun 2026 sebagai target penyelesaian sejumlah pekerjaan perbaikan jaringan utama. Dengan jaringan yang lebih andal, produksi dan distribusi air diharapkan dapat berlangsung secara stabil dan berkesinambungan.
“Kami mengejar penyelesaian perbaikan pipa agar produksi air bisa stabil. Jika tekanan dan volume air di dalam jaringan selalu terjaga, maka kekurangan pasokan yang dirasakan masyarakat dapat diminimalkan,” ujarnya.
Yudhi menambahkan, PTMB memprioritaskan dua kawasan yang dinilai memiliki jumlah penduduk cukup besar namun masih menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, yakni wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat. Kebutuhan air di kedua wilayah tersebut terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Namun kapasitas distribusi yang tersedia saat ini masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saat ini ada dua wilayah yang menjadi prioritas kami, yaitu wilayah utara dan barat. Jumlah penduduk di kedua kawasan itu cukup besar, sementara kapasitas layanan air yang tersedia masih perlu ditingkatkan,” ujarnya. (pr/*)