BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Untuk mempercepat perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok rentan yang dikenal sebagai 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melaksanakan Rapat Koordinasi bersama Korwil BGN Balikpapan, SPPG, dan sejumlah organisasi perangkat daerah, di Balai Kota Balikpapan, belum lama ini.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pemenuhan gizi sejak dini sekaligus mendukung pencegahan stunting di Kota Balikpapan.
Rapat koordinasi dipimpin Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Dalam rapat tersebut, ia mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah beroperasi untuk tidak hanya melayani peserta didik, tetapi juga memberikan manfaat kepada kelompok 3B.
“BGN meminta seluruh dapur MBG yang sudah beroperasi di Balikpapan memberikan manfaat kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kami mempercepat seluruh proses pendataan agar penyaluran bisa segera dilakukan,” kata Bagus.
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Pemkot Balikpapan menggelar rapat koordinasi bersama Korwil BGN Balikpapan, pengelola SPPG, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan instansi yang memiliki basis data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, termasuk melalui dukungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Menurut Bagus, data yang valid menjadi kunci agar program berjalan tepat sasaran. Setelah data penerima manfaat diterima oleh masing-masing dapur MBG, penyaluran makanan bergizi dapat langsung dilakukan.
“Kami memfasilitasi percepatan pendataan supaya segera diterima oleh SPPG. Setelah data masuk, otomatis bisa langsung dieksekusi untuk penerima manfaat dari kelompok 3B,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 12 SPPG di Balikpapan telah mulai menyalurkan manfaat MBG kepada sedikitnya 300 penerima dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah kota menargetkan seluruh dapur yang aktif dapat menjangkau kelompok sasaran secara menyeluruh dalam pekan ini.
Selain fokus pada perluasan penerima manfaat, Pemkot Balikpapan juga memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan tetap menjadi prioritas. Bagus mengungkapkan bahwa seluruh dapur MBG diwajibkan memenuhi sejumlah standar yang ditetapkan BGN.
Persyaratan tersebut meliputi sertifikasi juru masak, Sertifikat Higiene Sanitasi Laik Fungsi (SHLF), ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga sertifikasi halal.
“Kami tidak ingin hanya cepat dalam penyaluran, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan aman, higienis, dan berkualitas. Karena penerima manfaatnya adalah kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi kesehatan dan gizi,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan IPAL yang sebelumnya sempat menjadi kendala operasional sejumlah dapur MBG kini telah diselesaikan. Seluruh dapur yang sempat terkendala telah memenuhi persyaratan dan kembali beroperasi.
Sementara itu, untuk sertifikasi halal, prosesnya akan difasilitasi melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan Bank Indonesia guna mempercepat pemenuhan standar yang dipersyaratkan.
Bagus berharap seluruh proses pendataan dan pemenuhan persyaratan dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara luas oleh anak sekolah maupun kelompok 3B.
“Harapannya minggu ini seluruh dapur yang aktif sudah bisa memberikan manfaat kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menyiapkan generasi yang lebih sehat di masa depan,” tutupnya.( Adv Diskominfo Balikpapan)