TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Menurunnya tekanan air bersih yang dikeluhkan pelanggan dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal. Kondisi tersebut dipicu berkurangnya pasokan air baku dari Sungai Segah akibat sedimentasi dan surutnya permukaan sungai.
Hal itu disampaikan Direktur PDAM Berau, Saipul Rahman, melalui Manajer Hubungan Pelanggan Rudy Hartono via seluler. Menurutnya, pendangkalan sungai membuat kemampuan intake dalam mengambil air baku menjadi berkurang. Dampaknya, produksi air bersih tidak dapat berjalan maksimal sehingga memengaruhi distribusi ke sejumlah wilayah pelanggan.
“Ketika debit sungai menurun, kemampuan pengambilan air baku ikut berkurang. Kondisi ini berpengaruh terhadap produksi dan pelayanan yang diterima masyarakat,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM Batiwakkal tengah melakukan peningkatan kapasitas daya listrik pada Intake Rinding. Langkah ini dilakukan agar pompa dapat bekerja lebih optimal saat kondisi sungai mengalami penurunan debit.
“Namun, upaya tersebut tidak mudah karena membutuhkan investasi yang cukup besar, mencapai sekitar Rp 2 miliar. Selain itu, proses pengerjaan juga harus melalui tahapan teknis bersama pihak PLN sehingga pelaksanaannya membutuhkan waktu,” katanya lagi.
Rudi juga mengungkapkan, tantangan lain yang dihadapi perusahaan adalah tingginya biaya operasional di tengah tarif air yang masih mengacu pada ketentuan lama. Meski demikian, pihaknya terus berupaya menjaga kualitas pelayanan melalui berbagai langkah efisiensi dan pengembangan infrastruktur.
“Kami berharap proses peningkatan daya listrik dapat segera selesai sehingga kapasitas pengambilan air baku meningkat dan distribusi air bersih kembali stabil. Kami memahami keluhan masyarakat dan terus berupaya mencari solusi terbaik. Mudah-mudahan program peningkatan kapasitas ini segera terealisasi sehingga pelayanan air bersih dapat lebih optimal dan andal,” tegasnya.
Dengan proyek tersebut, Perumda Batiwakkal optimistis mampu meningkatkan ketahanan pasokan air bersih sekaligus mengurangi dampak gangguan layanan yang selama ini terjadi akibat sedimentasi dan surutnya Sungai Segah. (Nht/Bin)