Bangun Ekosistem Digital Sehat, Pemprov Kaltim Dorong KIM Aktif Produksi Konten Positif

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memotivasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk memperkuat perannya sebagai penghubung informasi resmi di tingkat daerah. Langkah ini dinilai strategis guna menciptakan ruang penyeimbang di tengah tingginya arus informasi digital yang belum seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Keberadaan kelompok literasi bentukan masyarakat ini dipandang memiliki nilai lebih karena letaknya yang strategis di akar rumput. Jaringan komunikasi tersebut dinilai lebih memahami kondisi sosial, adat istiadat, serta dinamika riil yang berkembang di wilayahnya masing-masing.

“KIM adalah garda terdepan. Bapak dan Ibu yang paling mengetahui situasi di daerah masing-masing dan dapat menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal.

Faisal menjelaskan bahwa tantangan dalam dunia penyebaran informasi saat ini sudah bergeser dari masalah kecepatan pengiriman data menjadi masalah akurasi data itu sendiri. Kemampuan masyarakat dalam menyaring dan memilah validitas informasi yang beredar di ruang siber kini menjadi perhatian utama instansi pengampu komunikasi daerah.

Diskominfo Kaltim memaparkan kondisi media sosial saat ini masih sering diwarnai oleh persebaran berita bohong atau hoax serta konten yang bersifat provokatif. Kehadiran KIM diharapkan mampu bertindak sebagai ruang klarifikasi resmi yang menyajikan data pembanding secara utuh, jernih, dan dapat dipercaya oleh publik lokal.

Agar fungsi pengawasan dan edukasi tersebut berjalan maksimal, para pengurus kelompok informasi dituntut untuk terus melakukan pembaruan wawasan secara berkala. Peningkatan kompetensi mengenai tata cara pengelolaan media digital serta pemahaman terhadap regulasi penyiaran menjadi program prioritas yang harus diikuti.

Selain fokus pada penyaringan berita, pemerintah provinsi mendorong anggota KIM untuk lebih produktif dalam memproduksi konten kreatif yang mengedukasi masyarakat. Kontribusi berskala kecil yang dibuat secara konsisten dinilai memiliki dampak multiplikasi yang jauh lebih besar ketimbang menunggu realisasi program kerja berskala masif.

Faisal membuat simulasi jika tiap individu anggota mampu mengunggah minimal satu narasi edukatif yang informatif setiap pekan, maka akumulasi produksi informasi daerah akan melonjak tajam. Gerakan literasi terpadu ini diyakini cukup efektif untuk menekan dominasi muatan negatif yang jamak melintasi linimasa media sosial warga Kaltim.

“Bayangkan jika setiap anggota KIM membuat satu konten positif saja dalam seminggu. Dengan jumlah anggota yang ada, akan tercipta ratusan konten positif yang dapat membantu menetralkan berbagai informasi negatif di masyarakat,” pungkas Faisal.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024