TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Ditengah keterbatasan keuangan, Perusahaan Umum Daerah air minum (Perumdam) Batiwakkal, Berau terus berusaha melakukan efisiensi terhadap pengeluaran. Salah satunya adalah tidak merekrut pegawai baru meskipun ada yang pensiun.
“Efisiensi yang berhasil dicapai diantaranya melalui penataan sumber daya manusia (SDM) secara bertahap. Jadi, perusahaan kami lakukan pengurangan jumlah pegawai dilakukan secara alami melalui mekanisme pensiun tanpa melakukan perekrutan dalam jumlah yang sama,” ungkap beliau dalam obrolan di kantor PDAM Batiwakkal Jl Raja Alam, Tanjung Redeb, Senin (13/7/2026) lalu.
Langkah itu tambah Saipul menghasilkan perubahan signifikan terhadap rasio jumlah pegawai dan pelanggan. Jika lebih dari satu dekade lalu perusahaan hanya melayani sekitar belasan ribu pelanggan dengan hampir seratus pegawai, kini jumlah pelanggan meningkat hingga mendekati 45 ribu sambungan, sementara jumlah pegawai justru berkurang menjadi sekitar 74 orang.
“Artinya saat ini, beban pelayanan Perumdam Batiwakkal meningkat hampir empat kali lipat, tetapi harus ditangani dengan jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat selaku pelanggan,” ujarnya lagi.
Saipul menilai anggapan bahwa PDAM masih kelebihan pegawai, padahal hal itu tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Justru sebaliknya, setiap karyawan dan karyawati perusahaan kini memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu karena pertumbuhan jumlah pelanggan berlangsung lebih cepat daripada penambahan SDM.
“Namun, meski berhasil meningkatkan efisiensi dan perusahaan mencatatkan laba, kami berharap pembahasan bersama Kuasa Pemilik Modal (KPM) nantinya dapat menghasilkan langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan keuangan PDAM,” tutur beliau.
Masih menurut Saipul, karena penyelesaian persoalan tarif dan struktur pendapatan menjadi bagian penting agar perusahaan tidak terus bergantung pada pemasukan non air sebagai penopang utama operasional, melainkan dapat memperoleh kinerja keuangan yang sehat dari layanan inti yakni penyediaan air bersih kepada masyarakat. (Nht/Bin)