Menanti 76 Tahun, Warga Senambah dan Mulupan Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam Bupati Ardiansyah: Ini Kado Istimewa untuk Masyarakat Senambah

MUARA BENGKAL, Swarakaltim.com – Penantian panjang masyarakat Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, akhirnya berakhir. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Desa Senambah, warga di dua desa tersebut kini resmi menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh, setelah puluhan tahun hanya memperoleh pasokan listrik pada waktu-waktu tertentu.

Peresmian pengoperasian listrik 24 jam dilakukan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Desa Senambah, Selasa (28/7), disaksikan jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan ratusan warga dari Desa Senambah maupun Desa Mulupan.

Bagi masyarakat, kehadiran listrik selama 24 jam menjadi hadiah yang telah lama dinantikan. Selama bertahun-tahun, aktivitas warga harus menyesuaikan dengan keterbatasan pasokan listrik yang hanya menyala pada malam hari.

“Selama ini kami hanya menikmati listrik setengah malam. Alhamdulillah sekarang sudah 24 jam,” ungkap Arbain (64), warga Desa Senambah, dengan wajah sumringah.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyebut pengoperasian listrik 24 jam sebagai kado istimewa bagi masyarakat Senambah yang tahun ini memperingati hari jadinya yang ke-76. Menurutnya, akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat dinikmati seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok.

“Kini masyarakat Senambah dan Mulupan sudah merdeka menikmati listrik selama 24 jam. Selanjutnya, pekerjaan rumah kami adalah bagaimana masyarakat di wilayah Batu Ampar juga dapat merasakan layanan yang sama,” ujar Ardiansyah.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur dasar di Kutai Timur terus dilakukan secara bertahap. Sejak kepemimpinan Bupati Awang Faroek Ishak hingga saat ini, pemerintah daerah konsisten membangun akses jalan, penyediaan air bersih, dan jaringan kelistrikan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pedesaan.

Setelah kebutuhan listrik mulai terpenuhi, Pemkab Kutai Timur akan melanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya, terutama peningkatan akses jalan antarwilayah. Salah satunya ruas yang menghubungkan Ngayau, Senambah, dan Mulupan hingga terkoneksi dengan jalur Muara Bengkal–Muara Ancalong yang kini telah tersambung menuju Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ardiansyah berharap berbagai pembangunan yang telah dinikmati masyarakat dapat dijaga bersama agar manfaatnya berlangsung dalam jangka panjang.

“Anggaran daerah kita terbatas. Kalau fasilitas yang sudah dibangun tidak dijaga dengan baik, tentu akan mengurangi kemampuan pemerintah membangun kebutuhan lainnya. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk merawat dan mensyukuri apa yang sudah kita miliki,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan listrik secara bijak dan memperhatikan aspek keselamatan instalasi listrik di rumah masing-masing untuk menghindari risiko korsleting maupun kebakaran.

Dengan beroperasinya layanan listrik 24 jam, masyarakat Senambah dan Mulupan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta membuka peluang tumbuhnya berbagai usaha produktif di kedua desa tersebut. (fan)

www.swarakaltim.com @2024