TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Upaya menjaga keandalan pelayanan air bersih di Kabupaten Berau diuji saat Perumda Air Minum Batiwakkal melakukan penghentian sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambaliung, sebagaimana pertengahan Juli lalu.
Kenapa demikian, menurut Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, langkah tersebut dilakukan untuk mengganti perangkat Motor Pump Control Device (MPCD) yang menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pengendalian pompa distribusi air.
“Jadi, meski bersifat sementara, penghentian operasi IPA tidak dapat dihindari sehingga produksi air bersih ikut terhenti selama pekerjaan berlangsung. Kondisi itu berdampak pada berkurangnya pasokan air ke jaringan distribusi dan memunculkan potensi penurunan tekanan bahkan gangguan aliran di sejumlah kawasan pelanggan yang bergantung pada instalasi tersebut,” ungkap beliau.
“Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Perusahaan kami. Sebab, di satu sisi, masyarakat menginginkan suplai air bersih tetap mengalir tanpa gangguan, namun di sisi lain perusahaan harus melakukan pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur yang telah beroperasi agar risiko kerusakan yang lebih besar dapat dicegah,” tambahnya.
Menurut pihak Perumda Air Munum Batiwakkal, penggantian perangkat pengendali pompa merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga stabilitas sistem distribusi. Jika komponen tersebut dibiarkan mengalami penurunan kinerja, gangguan pelayanan yang ditimbulkan justru berpotensi berlangsung lebih lama dan berdampak pada lebih banyak pelanggan.
“Oleh karena itu, selama pekerjaan berlangsung, pelanggan di wilayah layanan IPA Sambaliung kami minta memahami kemungkinan terjadinya perubahan tekanan air, terutama di daerah yang berada pada ujung jaringan distribusi,” ujar Saipul lagi.
Setelah proses penggantian perangkat selesai, operasional instalasi kembali dijalankan secara bertahap hingga tekanan air di seluruh jaringan kembali normal. Perumda Batiwakkal menilai pemeliharaan infrastruktur merupakan bagian penting dari strategi peningkatan kualitas pelayanan. Evaluasi terhadap seluruh fasilitas produksi akan terus dilakukan untuk memastikan setiap komponen bekerja sesuai standar operasional dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Selain memperkuat keandalan instalasi pengolahan air, perusahaan juga berkomitmen melakukan pembaruan terhadap berbagai sarana pendukung operasional secara berkala. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan distribusi di masa mendatang sekaligus menjaga kontinuitas pasokan air bersih bagi pelanggan di Berau.
“Melalui perawatan berkala tersebut, Perumda Air Minum Batiwakkal berharap sistem penyediaan air minum dapat beroperasi lebih optimal, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak hanya cepat dipulihkan ketika terjadi gangguan, tetapi juga semakin andal dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” pungkasnya mengakhiri. (Nht/Bin)