Perumda Batiwakkal Bersiap Menjadi BUMD Percontohan, Saipul Tegaskan Bangun Fondasi Kuat Secara Internal

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Menurut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur (Kaltim), melihat perkembangan kinerja Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau, merupakan salah satu dari sedikit Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD) yang memiliki praktek baik dalam manajemen risiko di Kaltim.
Dengan demikian, apabila nantinya ditunjang dengan nilai maturitas Perumda Batiwakkal mampu mencapai 3 maka berpeluang akan disupervisi oleh BPKP Pusat. Kelebihan akan hal itu, berarti perusahaan pelat merah tersebut harus bersiap menjadi percontohan.
Menanggapi peluang yang ada, Direktur Perumda Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, menegaskan hasil apapun akhirnya, intinya perusahaan berupaya membangun fondasi kuat itu dimulai secara internal. Manajemen risiko bukan sekadar aturan administrasi semata. Tetapi harus menjadi budaya kerja, mulai dari level pimpinan hingga seluruh insan Perumda Batiwakkal.
“Komitmen perusahaan harus dimulai dari kesadaran seluruh insan perusahaan, terhadap pentingnya manajemen risiko. Dengan begitu, pelayanan ke masyarakat bisa lebih optimal dan risiko bisa kita kelola sejak dini,” tegas beliau.
Sebagai bentuk keseriusan, Perumda Batiwakkal berkomitmen penuh menerapkan Model Tiga Lini, sebagai kerangka utama manajemen risiko di lingkungan perusahaan.
Lini pertama adalah Pelaksana Operasi. Mereka adalah garda terdepan yang setiap hari berhadapan langsung dengan proses bisnis. Komitmen lini 1 adalah mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko yang muncul dalam kegiatan sehari-hari.
Lini kedua adalah fungsi risiko dan kepatuhan, Unit Independen yang mengukur, memantau, mengembangkan metodologi dan kebijakan MR Perusahaan. Komitmen lini 2 adalah memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kebijakan perusahaan, dan prinsip tata kelola yang baik.
Lini ketiga adalah Audit Internal. Komitmen lini 3 adalah memberikan jaminan independen dan objektif, bahwa sistem pengendalian risiko berjalan efektif dan mendorong perbaikan berkelanjutan.
“Ketiga lini ini harus bekerja selaras. Ini komitmen kami, agar tidak ada celah risiko yang terlewat. Baik itu risiko operasional, keuangan, hukum, maupun reputasi,” jelas Saipul Rahman baru baru ini. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024