Dosen Unmul Berdayakan Istri Nelayan Lewat Inovasi Pengolahan Limbah Tambak

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kelompok istri nelayan di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, mendapat pembekalan mengenai pemanfaatan hasil dan limbah tambak sebagai produk bernilai ekonomi.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digagas dosen Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul), para peserta diajak memanfaatkan potensi udang dan limbah kepala udang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai jual.

Program pengabdian tersebut diinisiasi oleh Dr. Putri Anggreini, S.Farm., M.Farm., Apt., dosen Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, bersama tim yang terdiri atas Nur Rezky Khairun Nisaa, S.Farm., M.Si. dari Fakultas Farmasi, Andi Tenri Kawareng, S.Gz., M.P.H. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta mahasiswa Farmasi Naufal Akmal Ristyan dan Muhammad Dafiqi Al A’raafi.

Kegiatan ini memperoleh dukungan pendanaan dari DPPM BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 melalui kontrak Nomor 657/DST/UN17.L1/PM.01.01/2026.

Sosialisasi yang dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) menghadirkan Dr. apt. Gayuk Kalih Prasesti, M.S.Farm. sebagai narasumber. Dalam paparannya dijelaskan bahwa daging udang merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang bermanfaat menjaga kesehatan otot, jantung, otak, serta sistem saraf. Sementara itu, kepala udang yang selama ini kerap dianggap limbah ternyata mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung daya tahan tubuh.

Selain memberikan pemahaman mengenai manfaat kesehatan, kegiatan ini juga memperkenalkan peluang pengolahan limbah tambak menjadi produk bernilai tambah. Dengan pendekatan sederhana dan bahan baku yang mudah diperoleh, para istri nelayan didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan produk kreatif yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.

Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Antusiasme peserta terlihat tinggi. Bahkan, beberapa di antaranya menyampaikan keinginan untuk mengembangkan produk tersebut sebagai usaha rumahan.

Lurah Kelurahan Mesjid, Rudi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, mayoritas masyarakat di wilayahnya menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan di kawasan pesisir sungai sehingga inovasi pengolahan hasil dan limbah tambak sangat dibutuhkan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu UMKM ibu-ibu nelayan di Kelurahan Mesjid karena rata-rata mata pencaharian masyarakat di sini adalah nelayan di pesisir sungai,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Badri, yang menilai program tersebut menjadi solusi atas persoalan limbah kepala dan kulit udang yang selama ini banyak dibuang saat musim panen.

Menurutnya, inovasi pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mengurangi limbah yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal oleh kelompok nelayan.

Program ini menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan hasil riset kepada masyarakat. Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat pesisir, diharapkan lahir inovasi produk pangan lokal yang sehat, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok nelayan dan keluarganya.(*dho)

www.swarakaltim.com @2024