SAMARINDA, Swarakaltim.com – Keterlambatan penetapan regulasi dan teknis pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser berpotensi mengganggu perencanaan anggaran seluruh kontingen kabupaten dan kota. Tanpa adanya dokumen resmi dari penyelenggara, pemerintah daerah tidak dapat mengunci alokasi anggaran maupun menghitung jumlah atlet yang akan diberangkatkan.
Kekhawatiran tersebut diutarakan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, saat membeberkan hasil koordinasi awal bersama KONI Samarinda terkait persiapan kontingen daerah.
Muslimin menegaskan bahwa hingga mendekati waktu pelaksanaan, pihak pengurus provinsi belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan cabang olahraga (cabor), nomor tanding, hingga Technical Handbook (THB) sebagai panduan utama kompetisi.
“Harusnya saat ini tinggal satu bulan setengah kami sudah menerima technical handbook sebagai pedoman untuk mengikuti pertandingan tersebut, tapi sampai hari ini kami belum terima apa-apa. Jangankan technical handbook, penetapan cabor belum, penetapan nomor tanding belum,” ujar Muslimin, Sabtu (19/9/2026).
Muslimin menjelaskan bahwa idealnya THB sudah diterbitkan setidaknya tiga bulan sebelum ajang dimulai. Ketidakpastian dokumen ini berdampak langsung pada kalkulasi kebutuhan operasional dan logistik tim Samarinda di lapangan.
“Ini berpengaruh terhadap pembiayaan di kabupaten/kota. Karena apa? Kami harus berhitung berapa banyak cabang olahraga, berapa banyak nomor tanding, berapa banyak atlet yang kami berangkatkan, berapa banyak pelatih. Kalau itu belum final, kami belum bisa apa-apa. Tapi pada prinsip paling utama, kontingen Samarinda siap untuk bertanding,” tegasnya.
Ia mendesak PB Porprov, Dispora Kaltim, dan KONI Kaltim untuk segera menerbitkan legalitas resmi tersebut demi mencegah risiko terburuk yang dapat mengancam keberlangsungan ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut.
“PB Porprov, Dispora Kaltim, KONI Kaltim untuk segera mengeluarkan surat keputusan menyangkut cabang olahraga dan nomor tanding serta mengeluarkan technical handbook itu. Untuk menjadi pedoman KONI se-Kalimantan Timur untuk memberangkatkan atletnya. Jadi hingga saat ini masih nunggu semua. Kalau molor satu minggu, dua minggu, kita tidak bisa apa-apa. Salah-salah bisa batal pertandingan Porprov itu,” pungkas Muslimin.(DHV)