SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) pengembangan kreativitas desain fashion digital berbasis wastra lokal bagi para desainer muda.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing produk kriya dan busana daerah agar mampu menjawab tuntutan industri modern yang serba cepat.

Instruktur sekaligus Anggota Bidang Daya Saing Dekranasda Kaltim, Anas Maghfur, menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus memanfaatkan teknologi digital untuk mengeksplorasi kekayaan wastra Kaltim. Menurutnya, metode digital memberikan efisiensi waktu yang jauh lebih tinggi dibanding cara manual, terutama saat merespons permintaan konsumen.
“Kekuatan utama kita ada di wastra karena mengandung cerita, seni, dan budaya yang khas. Kalau manual butuh waktu lama, tapi dengan digital, revisi motif atau warna di depan customer bisa selesai dalam 3 sampai 5 menit saja,” ujar Anas, Kamis (17/9/2026).
Anas membeberkan bahwa sebanyak 20 peserta terkurasi dari Samarinda dan Sangatta (Kutai Timur) dilatih secara intensif. Seluruh peserta merupakan lulusan SMK Tata Busana yang telah memiliki dasar merancang, menjalankan merek mandiri, hingga melayani pesanan jahit.
Sebagai bentuk apresiasi dan pendorong kepercayaan diri, hasil karya pengerjaan desain digital para peserta selama dua minggu ke depan dijadwalkan bakal unjuk gigi di panggung fashion bergengsi.
“Karya dari seluruh peserta ini nantinya akan kita tampilkan di ajang Borneo International Fashion Festival. Kami ingin memberi motivasi agar mereka bisa tampil di event berskala besar,” tegas Anas.

Sejalan dengan hal tersebut, Jabatan Fungsional (Jafung) Pembina Industri Ahli Pertama DPPKUKM Kaltim, M. Fandi Saputra, menyampaikan bahwa program tahunan Dekranasda ini memang diprioritaskan bagi generasi muda atau Gen Z berusia 18 tahun ke atas.
“Pelatihan tahunan Dekranas tahun ini memang fokus pada desain fashion berbasis wastra untuk anak-anak Gen Z. Pesertanya lulusan vokasi jurusan Tata Busana dari Kutai Timur dan Samarinda,” kata Fandi.

Fandi menambahkan, meski para peserta tergolong fresh graduate yang sebagian masih melanjutkan studi atau bekerja paruh waktu, mereka tetap konsisten menyalurkan bakatnya di bidang tata busana. Pihaknya berharap fasilitasi ini dapat membuka jalan karier yang lebih luas.
“Harapan kami kegiatan ini jadi ruang pembelajaran dan penambahan portofolio buat mereka. Selain memperluas pengalaman, ini juga kesempatan memperluas jaringan desainer muda di bidang wastra Kaltim,” tutup Fandi.(DHV)