SAMARINDA, Swarakaltim.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, merespons aksi unjuk rasa warga Desa Loa Janan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang memprotes rencana pembangunan proyek sodetan penanggulangan banjir di kawasan Loa Janan Ilir.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutuskan untuk menghentikan sementara pengerjaan fisik guna mendinginkan suasana (cooling down) serta memperkuat komunikasi lintas daerah.
Proyek sodetan tersebut semula dirancang Pemkot Samarinda untuk mengatasi persoalan banjir tahunan yang kerap merendam kawasan Perumahan H. Saleh, Tani Aman, hingga Simpang Tiga akibat luapan air yang mengalami penyempitan (bottleneck). Namun, penolakan muncul dari warga Desa Loa Janan Ulu, Kukar, yang khawatir sodetan tersebut berpotensi mengalihkan beban luapan air ke wilayah pemukiman mereka.
Menanggapi gejolak tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai persoalan utama yang timbul di lapangan bukanlah masalah kajian teknis, melainkan tersumbatnya alur komunikasi di tingkat bawah.
“Saya menilai masalahnya bukan di masalah substansial, tapi di masalah komunikasi. Penolakan muncul karena dianggap daerah itu akan mengalami kebanjiran, padahal teman-teman Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah melakukan kajian teknis,” ujar Andi Harun.
Andi Harun menginstruksikan DPUPR Kota Samarinda bersama kontraktor pelaksana untuk menahan pengerjaan fisik di lapangan selama satu hingga dua minggu ke depan sembari mengintensifkan dialog antartokoh masyarakat.
“Saya pikir untuk sementara kita cooling down dulu. Toh saya cek kontraknya itu sampai pertengahan Desember. Jadi mungkin seminggu dua minggu ini cooling down sambil membangun komunikasi,” jelasnya.
Guna menyelesaikan persoalan batas wilayah administrasi ini, Pemkot Samarinda telah mengarahkan jajaran camat dan lurah setempat untuk berkoordinasi langsung dengan pimpinan pemerintah serta tokoh masyarakat di wilayah Kukar. Langkah ini diperkuat melalui komunikasi informal yang telah dijalin antar kepala daerah.
“Tugas kita pimpinan bagaimana menjembatani untuk komunikasi efektif. Saya juga menghimbau kepada masyarakat di sana, baik masyarakat Kukar maupun masyarakat Samarinda yang ada di Loa Janan, ayolah ngopi-ngopi, selesaikan diskusinya,” pungkasnya.(DHV)