SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) resmi menggelar ajang budaya Mahakam Mask Carnival 2026 pada Minggu (27/9/2026). Pawai jalanan bertema seni topeng ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia sekaligus menjadi wadah apresiasi seni dan pendorong roda ekonomi kreatif di Kota Samarinda.
Parade meriah ini mengambil titik awal (start) di Halaman Kantor Pelindo Samarinda dan melintasi rute protokol hingga berakhir (finish) di Kantor Gubernur Kaltim. Ajang ini melibatkan dua segmen besar peserta, yakni 15 komunitas hobi, seni, dan budaya, serta 14 unit drumband jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Samarinda yang berlaga dalam kategori junior dan senior.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Mahakam Mask Carnival tahun ini difokuskan sebagai ajang sosialisasi awal. Langkah ini diambil untuk membangun fondasi bagi ajang berkelas nasional bertajuk “1.001 Topeng Nusantara” yang ditargetkan terealisasi pada tahun mendatang.

“Tahun ini sifatnya sosialisasi. Target saya tahun depan kita menggelar ‘1.001 Topeng Nusantara’. Kenapa topeng? Karena pawai topeng ini sangat unik dan jarang sekali ada di Indonesia. Hampir setiap suku bangsa di Indonesia memiliki seni topeng, sehingga ini menjadi peluang besar untuk mengundang peserta dari berbagai daerah lain di Indonesia,” ujar Muhammad Faisal.
Selain menyajikan parade topeng, Dispar Kaltim untuk pertama kalinya mengintegrasikan kompetisi drumband ke dalam rangkaian festival guna menggairahkan kembali prestasi serta wadah kreativitas pelajar di Kaltim.
Penyelenggaraan Mahakam Mask Carnival di Kota Samarinda ini sekaligus menandai dibukanya rangkaian panjang peringatan Hari Pariwisata Dunia di Kalimantan Timur. Dispar Kaltim telah menyiapkan serangkaian agenda wisata lanjutan di kabupaten/kota lainnya.

“Nanti tanggal 3 Oktober kita mengadakan Gowes Wisata kedua di Tenggarong, Kutai Kartanegara, untuk menyusuri objek-objek wisata di sana. Puncaknya pada tanggal 3 Oktober malam di Sangatta, Kutai Timur, kita berkolaborasi dengan Ramai-Ramai Fest menghadirkan grup musik Slank untuk membacakan komitmen pariwisata Kaltim,” lanjut Faisal.
Guna memastikan kebersihan pasca-karnaval, Dispar Kaltim berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan setempat dengan menerjunkan dua regu atau sekitar 50 personel kebersihan untuk menyisir seluruh ruas jalan dari garis start hingga finish. Pihak Dispar menargetkan kawasan jalan protokol sudah bersih kembali pasca-pelaksanaan salat Zuhur.
Melalui ajang ini, Faisal berharap masyarakat dapat menikmati hiburan seni budaya secara gratis sekaligus mendukung pertumbuhan para pelaku ekonomi kreatif lokal di Benua Etam.(DHV)