Samarinda Diguyur Hujan di Tengah Kemarau, BMKG Ungkap Pemicu Faktor Lokal dan Ingatkan Ancaman Kabut Asap

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Fenomena hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Kota Samarinda dalam dua hari terakhir dipastikan bersumber dari dinamika faktor lokal, meskipun wilayah Kalimantan Timur secara umum masih berada dalam periode musim kemarau.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gilang Arya, menjelaskan bahwa tingginya tingkat penguapan dari Sungai Mahakam dan wilayah perairan sekitar, disokong oleh pergerakan angin lapisan atas pasca-menjauhnya siklon tropis, memicu terbentuknya awan hujan lokal.

Meski curah hujan pada dasarian terakhir September ini secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah (0–20 mm), pengukuran di lapangan mencatat curah hujan lokal sempat menembus angka 40 hingga 50 mm.

“Meskipun ini musim kemarau, bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Hujannya tetap ada tapi durasinya singkat atau dalam skala terbatas. Pantauan pos hujan kami menunjukkan hujan kemarin tidak merata di Samarinda, bahkan wilayah Samarinda Utara hanya gerimis tipis dan dominan terjadi di area kota,” ujar Gilang Arya, Selasa (29/9/2026).

Menanggapi fenomena kabut asap yang masih menyelimuti kawasan seperti Jembatan Mahakam I (Makota) pascahujan, BMKG menegaskan bahwa hujan yang terjadi hanya dalam tempo satu hingga dua hari tidak serta-merta langsung meluruhkan seluruh partikel asap di udara.

“Kalau hujannya cuma sehari dua hari lalu berhenti lagi, potensi kabut asap masih akan bertahan. Pembasahan berkala dari hujan beruntun yang baru bisa menurunkan intensitas asap secara signifikan. Jika jarak pandang rendah terjadi pada siang hari, itu dipastikan pengaruh asap, berbeda dengan kabut kelembapan tinggi yang biasa muncul pada pagi hari,” jelasnya.

BMKG memprediksi musim kemarau masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026 mendatang. Durasi kemarau diprakirakan cenderung bertahan lebih panjang seiring penguatan indeks El Niño (ENSO) dari BMKG Pusat yang diprediksi aktif hingga akhir tahun.

Masyarakat Samarinda diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat mendadak serta menjaga kondisi kesehatan dari gangguan kualitas udara akibat kabut asap.

“Imbauan kami agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang masih bisa terjadi di musim kemarau, sekaligus selalu menggunakan masker dan menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap,” pungkas Gilang.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024