Cegah Ego Sektoral, DP2KB Bakal Satukan Seluruh Duta Remaja Samarinda Berantas Kasus Bullying dan Kesehatan Mental

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Samarinda menyoroti masih terpecahnya gerakan para pemuda dan berbagai komunitas duta di Kota Tepian. Selama ini, banyaknya predikat duta yang lahir dari berbagai instansi dan perangkat daerah dinilai berjalan sendiri-sendiri tanpa arah koordinasi yang terintegrasi.

Deasy Evriyani, Kepala DP2KB Samarinda mengungkapkan, tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini seperti darurat kesehatan mental, tingginya kasus perundungan (bullying), ancaman LGBT, hingga perkawinan usia dini tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu forum atau satu kelompok duta saja.

Oleh karena itu, pihaknya tengah mematangkan rencana besar untuk menggelar sarasehan pemuda dan remaja se-Samarinda sebagai wadah pemersatu gerak langkah seluruh komunitas anak muda di daerah.

“Banyak duta yang dihasilkan dari berbagai perangkat daerah dan komunitas, tetapi sayangnya tidak ada satu pun yang menyatukan gerak langkah mereka. Padahal, masalah seperti bullying, perkawinan usia anak, LGBT, hingga seks bebas bukan tanggung jawab satu forum saja, melainkan komitmen bersama,” ujar Deasy Evriyani, Selasa (3/11/2026).

Deasy menegaskan, keberadaan para duta remaja tidak boleh sekadar menjadi simbol seremonial kecantikan fisik atau kepiawaian berbicara di panggung semata. Para figur muda tersebut dituntut hadir sebagai influencer riil yang membawa pengaruh dan perubahan positif terukur di tengah masyarakat.

Melalui agenda sarasehan akbar yang direncanakan bergulir ke depan, DP2KB ingin merumuskan aksi bersama dengan skema “pengeroyokan” masalah sosial. Ketika seluruh elemen pemuda dan jaringan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) bergerak serentak secara masif, gaung pencegahan dan edukasi diyakini akan jauh lebih cepat menjangkau kalangan Gen Z.

“Kalau cuma satu forum yang bergerak tentu akan berat karena Samarinda sangat luas. Tapi kalau dikeroyok bareng-bareng oleh seluruh jaringan duta dan pemuda, tujuannya akan lebih cepat tercapai dan output-nya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024