Pameran Inovasi: Dinas Perikanan Ikut Pameran Produk Olahan Perikanan Hasil Produksi Penyuluh Perikanan Mandiri

SAMARINDA, Swara Kaltim – Sebagai langkah dan upaya mengoptimalkan peran penyuluh dalam pengembangan sumber daya manusia dibidang perikanan di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Kepala Dinas Perikanan Dr Ir Stepanus Samson Alexander M.Si.,M.Sc, menyusun sebuah proper (proyek perubahan) yang mengangkat tema, “Pemanfaatan Penyuluh Perikanan Mandiri”, untuk mengatasi kendala yang dihadapi para pelaku usaha perikanan di kubar yang masih minim dengan tenaga penyuluh. Sehingga diambil strategi dengan merekrut penyuluh perikanan mandiri, Selasa (9/11).
“Dengan tema pemanfaatan penyuluh perikanan mandiri pada diklat kepemimpinan tingkat II Nasional Angkatan XXI ini, diharapkan kedepan di kubar ada penyuluh perikanan yang mampu berperan serta membantu pelaku usaha perikanan dalam meningkatkan SDM, khususnya dalam usaha bidang perikanan,” jelasnya.
Selain itu ia juga menjelaskan, di Kubar saat ini tenaga penyuluh perikanan hanya ada satu orang. Itupun tenaga penyuluh bantuan dari kelautan perikanan RI, sementara untuk di Kubar sendiri belum ada,” tuturnya.

Ia mengharapkan kedepannya dengan adanya tenaga penyuluh perikanan, maka para pelaku usaha perikanan dapat dibimbing secara langsung. “Dan yang lebih unik pada penyuluh perikanan mandiri bukan dari ASN, tetapi kader tersebut diambil dari pelaku utama usaha yang memang sudah maju,” jelasnya.
Selanjutnya keikutsertaan dalam kegiatan pameran di Provinsi Kaltim, hal itu untuk memperkenalkan produk olahan dimana di Kubar memiliki produk yang tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Baik dari sisi rasa dan kualitasnya.
“Dalam pameran ini Dinas Perikanan Kubar memperkenalkan produk olahan perikanan seperti, kemplang dan kerupuk ikan gabus serta krupuk ikan belida. Adapun kerupuk dan kemplang yang ditampilkan merupakan hasil dari kader penyuluh perikanan mandiri,” imbuhnya.
Dengan SDM yang ada, sambung dia, para pelaku usaha perikanan dapat mengaplikasikan langsung ilmu yang mereka dapat dari penyuluh perikanan mandiri yang sudah berhasil. “Sehingga kedepannya mampu meningkatkan produksi usaha bidang perikanan yang sukses,” pungkasnya.
Ia juga memaparkan, hingga saat ini telah terdaftar enam orang Kader Penyuluh Perikanan Mandiri yang berasal dari Kecamatan Penyinggahan, Melak, Barong Tongkok, Linggang Bigung, dan Kecamatan Tering yang mana proses perekrutan masih terus dilakukan.
“Tentu diharapkan dengan bertambahnya jumlah kader penyuluh perikanan yang berkompeten, akan berbanding lurus pada peningkatan kualitas dari petani ikan sendiri, serta pada kuantitas pada hasil perikanan yang diharapkan,” tutupnya. (hms10)