
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Arman Nofriansyah, perencanaan sejak dini sangat penting agar daerah tidak mengalami gejolak ekonomi ketika produksi tambang batu bara mulai menurun. Pemanfaatan dana divestasi hal sangat positif di lakukan, agar dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kami menilai dana tersebut seharusnya tidak hanya disimpan sebagai investasi pasif, melainkan diarahkan untuk membangun sektor usaha produktif. Bagaimana dana divestasi itu bisa kita arahkan untuk membangun usaha-usaha yang benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemanfaatan dana divestasi harus difokuskan pada sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. “Dana yang ada harus kita dorong untuk mendukung usaha yang membuka peluang kerja, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Langkah tersebut juga akan memperkuat ekonomi lokal secara bertahap,” jelasnya lagi.
Masih Arman, lahan eks tambang yang telah dikembalikan juga harus dioptimalkan untuk sektor produktif, seperti pertanian, perkebunan, maupun pengembangan industri pengolahan. Lahan tersebut perlu dikelola secara maksimal, entah melalui kemitraan atau pengembangan usaha yang bisa menyerap tenaga kerja. Optimalisasi lahan pascatambang dapat menjadi solusi strategis dalam menciptakan sumber ekonomi baru.
“Mewujudkan hal itu, Pemerintah daerah perlu menyiapkan roadmap ekonomi pascatambang agar arah pembangunan lebih terencana. Kita harus punya peta jalan yang jelas, sehingga transformasi ekonomi daerah tidak berjalan sporadis tetapi terarah dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting dalam merealisasikan hal tersebut,” papar Dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) satu satunya berhasil duduk di kursi empuk legeslatif Berau itu.
Dirinya berharap kebijakan ekonomi ke depan mampu menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan daerah. Tujuannya agar ketika sektor tambang mulai berkurang, masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan yang jelas dan ekonomi daerah tetap stabil. Dengan perencanaan matang, Arman optimistis daerah dapat bertransformasi menuju ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (Adv/Nht/Bin)