SANGKULIRANG, Swarakaltim.com – Mulai hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, Jembatan Nibung (Kadungan–Pelawan) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sudah bisa dilalui masyarakat. Kabar baik ini tentu menggembirakan masyarakat dan para pengguna jalan, terutama di kawasan utara Kaltim melalui jalur pesisir.

Kebahagiaan salah satunya dirasakan Emek Farida, seorang ibu rumah tangga di Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, yang sehari-harinya berjualan sembako.

Ia mengaku sangat gembira karena akhirnya Jembatan Nibung benar-benar bisa diselesaikan dan dilintasi. Dengan diresmikannya Jembatan Nibung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Selasa (24/2) kemarin, ia bisa jauh lebih berhemat.

Sebelum adanya jembatan ini, ia harus membayar Rp400 ribu untuk penyeberangan feri pergi dan pulang atau Rp200 ribu sekali naik feri. Jika menggunakan jalur darat, jaraknya terlampau jauh, sekitar 140 kilometer, melalui Kecamatan Karangan. Cara tersebut tidak efisien dari segi waktu maupun BBM.

“Setelah jembatan diresmikan, saya bisa menghemat Rp400 ribu. Tinggal siapkan untuk beli bensin kalau saya mau belanja ke Kaubun,” kata Emek Farida, dikutip Swara Kaltim melalui rilis Biro Adpim Setprov Kaltim.

Emek Farida hanyalah satu contoh penerima dampak positif dari beroperasinya Jembatan Nibung. Ke depan, jembatan ini diharapkan terus memberi dampak positif yang jauh lebih besar bagi warga Kutim, Berau, dan Kalimantan Timur secara umum.

Sebagai informasi, perencanaan jembatan ini sudah dimulai sejak 2013. Proyek fisik dimulai pada 2014, namun terhenti pada 2016. Pekerjaan kembali dilanjutkan pada 2021 dengan audit teknis, dan pada 2022 diteruskan dengan pekerjaan fisik.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tidak ingin proyek infrastruktur yang jelas memberi manfaat besar bagi masyarakat tersebut mangkrak. Karena itu, dalam setahun masa jabatannya, pembangunan Jembatan Nibung benar-benar didorong agar segera dirampungkan dan digunakan masyarakat.

“Tolong dijaga dan dirawat. Jembatan ini milik kita bersama. Jangan sampai bautnya hilang. Semoga bermanfaat,” harap Gubernur.

Namun demikian, agar dapat dilewati secara penuh, jembatan ini masih memerlukan uji beban, khususnya untuk truk bermuatan berat.

“Tetapi untuk kendaraan roda empat biasa tanpa bak muatan dan sepeda motor, silakan lewat,” kata Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda. (aya/sk)

www.swarakaltim.com @2024