PTMB Percepat Perbaikan Pipa Bermasalah, Maksimalkan Pelayanan Air Bersih Untuk Masyarakat

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                         Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mendata sepanjang 2025, PTMB mencatat total produksi air sebesar 46,6 juta meter kubik, meningkat sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan 2024. Cakupan layanan juga relatif stabil di angka 79 persen. Peningkatan produksi tersebut didorong sejumlah langkah strategis, antara lain perbaikan kebocoran pipa, pembenahan jaringan distribusi, revitalisasi sumur, serta penambahan sumur baru dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Beberapa proyek perbaikan pipa telah diselesaikan pada 2025, di antaranya di kawasan Green City, Agung Tunggal, MT Haryono, Transad, dan Kilometer 11.
“Kami perbaiki dulu seluruh jaringan yang bermasalah, baru kemudian melakukan pemasangan sambungan baru. Itu sebabnya target pelanggan 2025 yang semula 5.000 sampai 6.000 hanya terealisasi sekitar 4.000 sambungan, karena fokus kami memang pada pembenahan infrastruktur,” kata Yudhi, belum lama ini.

Yudhi mengaku, kini jumlah pelanggan PTMB hingga akhir 2025 tercatat sekitar 119.000 pelanggan.Dengan peningkatan kapasitas produksi pada 2026, PTMB memproyeksikan penambahan sekitar 12.000 sambungan baru di wilayah-wilayah yang debit airnya dinilai sudah memadai.
“Dengan produksi yang sudah mencapai 46 juta meter kubik lebih, kami proyeksikan ada sekitar 12.000 sambungan baru pada 2026, terutama di daerah yang suplai airnya sudah cukup bagus, ujar Yudhi.

Yudhi mengaku, pihaknya kini akan fokus utama transformasi 2026 adalah akselerasi dan efisiensi.
“Akselerasi produksi dan efisiensi distribusi. Bagaimana kita bekerja dengan biaya seminimal mungkin, tetapi hasilnya maksimal dan bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

PTMB berkomitmen menjalankan investasi secara mandiri tanpa mengandalkan penyertaan modal dari APBD, mengingat kondisi keuangan daerah yang tengah melakukan efisiensi.
“Kami sudah melakukan analisis pada awal 2025. Secara finansial, PTMB masih mampu hingga 2029 untuk melakukan perbaikan, optimalisasi produksi, distribusi, dan pertumbuhan pelanggan tanpa penyertaan modal dalam bentuk investasi,”ujarnya.

Yudhi menambahkan, untuk jangka pendek 2026, PTMB juga akan menambah sumber air baku dari sejumlah sumur baru serta memanfaatkan tambahan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) sebesar 50 liter per detik yang diperoleh pada awal tahun.
Tambahan kapasitas tersebut akan diatur melalui manajemen distribusi agar dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini masih terbatas pasokan airnya.
“Kami ingin memastikan transformasi ini benar-benar menghadirkan pelayanan yang lebih handal, mandiri, dan transparan bagi masyarakat Balikpapan,” kata Yudhi.

PTMB juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui dinas pekerjaan umum terkait pengembangan SPAM regional guna mendukung kebutuhan air Balikpapan dan kawasan penyangga IKN.
“Saya ingin memastikan bahwa pada 2029–2030, saat IKN sudah berjalan penuh, tidak ada lagi persoalan air bersih di Kota Balikpapan,”tegas Yudhi.
Meski berbagai langkah strategis telah disiapkan, Yudhi mengakui saat ini masih terdapat wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan aliran air secara merata, seraya memastikan bahwa PTMB terus bekerja memaksimalkan sumber daya yang ada.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat yang mungkin masih belum terlayani dengan baik. Insya Allah, kami terus berupaya meningkatkan layanan dan pemerataan distribusi air,” kata Yudhi.(*/pr)

www.swarakaltim.com @2024