Wali Kota Balikpapan Pastikan Stok BBM dan Pangan Aman

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                              Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud meminta masyarakat tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan atau panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM), menyusul kekhawatiran dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap pasokan energi dunia.

Menurut Rahmad, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Balikpapan belakangan ini lebih disebabkan kepanikan masyarakat, bukan karena kelangkaan BBM. “Tidak perlu panic buying. Pemerintah sudah memastikan pasokan BBM aman,” jelasnya Senin (9/3/2026)

Ia menjelaskan, meski sebagian besar produksi minyak dunia berasal dari kawasan Timur Tengah, pemerintah pusat telah mengatur distribusi dan kuota BBM untuk setiap daerah sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Rahmad menilai antrean panjang kendaraan di SPBU justru dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Ia meminta masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. “Kalau biasanya konsumsi harian sekian, lalu semua orang membeli berlebihan, maka stok yang sebenarnya cukup satu bulan bisa cepat habis,” jelasnya.

Untuk mencegah kepanikan meluas, Rahmad juga meminta jajaran pemerintah daerah ikut membantu memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Balikpapan turut menyebarkan informasi melalui media sosial bahwa pasokan BBM tetap tersedia.

Selain BBM, Rahmad juga memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di kota tersebut dalam kondisi aman. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Perum Bulog, stok beras di gudang Bulog dipastikan cukup hingga sekitar pertengahan tahun. “Stok beras Bulog aman sampai sekitar bulan Juni, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Ia menambahkan, fenomena panic buying juga bisa terjadi pada bahan pangan jika masyarakat membeli secara berlebihan. Kondisi ini justru dapat membuat stok yang seharusnya cukup dalam jangka waktu lama menjadi cepat habis.

Untuk itu, Rahmad mengajak masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara bijak selama Ramadan agar tidak terjadi antrean panjang untuk BBM, sembako, maupun gas elpiji.

“Saya yakin pemerintah sudah memikirkan semua ini untuk menjaga keamanan energi dan ketahanan pangan, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Rahmad berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga stabilitas daerah.

“Semoga ikhtiar dan kerja kita semua menjadi nilai ibadah di bulan penuh berkah ini. Kita doakan bangsa kita tetap utuh di bawah naungan NKRI, dan Kalimantan Timur serta Balikpapan dapat terus kita jaga bersama,” tutupnya.(adv-Dfbpp)

www.swarakaltim.com @2024