BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan sejumlah langkah, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar pasar murah bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pasar murah akan dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 10–11 Maret 2026 di Kantor Kementerian Agama Balikpapan.
“TPID bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan akan mengadakan pasar murah di Kantor Kementerian Agama selama dua hari mulai tanggal 10 sampai 11 Maret,” ujarnya, Senin (9/3/2026) di Balai Kota Balikpapan.
Selain pasar murah, TPID juga menyiapkan program Peduli Berbagi yang akan digelar pada akhir Ramadan. Program ini merupakan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Balikpapan, dengan konsep serupa pasar murah namun dikemas dalam kegiatan sosial berbagi kepada masyarakat.
“Konsepnya tetap pasar murah, hanya kemasannya peduli dan berbagi,” jelas Haemusri.
Di sisi lain, pemerintah kota juga telah melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok. Sidak dilakukan bersama berbagai pihak terkait, termasuk Satuan Tugas Polda Kalimantan Timur.
“Pelaksanaan sidak sudah dilakukan pemerintah kota bersama para stakeholder terkait, salah satunya dengan Satgas Polda Kaltim,”katanya.
Haemusri menjelaskan, kebutuhan pangan masyarakat Balikpapan saat ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Produksi lokal dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
“Kebutuhan pangan lestari yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan belum cukup, maka suplai harus didatangkan dari luar daerah,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan bahan pokok di Balikpapan masih dalam kondisi aman. Menurutnya, persoalan yang lebih sering terjadi bukan pada stok barang, melainkan pada fluktuasi harga di pasar.
Sebagai salah satu pusat distribusi di Kalimantan Timur, Balikpapan dinilai relatif tidak mengalami kekurangan pasokan bahan pokok. “Sebenarnya barang itu ada, hanya persoalannya di harga. Balikpapan ini pusat distribusi sehingga stok biasanya tersedia,” katanya.
Ia juga menilai pola konsumsi masyarakat Balikpapan turut memengaruhi dinamika harga di pasaran. Warga dinilai tetap membeli kebutuhan pokok meskipun harga sedang mengalami kenaikan. “Masyarakat Balikpapan berbeda dengan daerah lain seperti Samarinda atau Penajam. Yang penting barangnya ada, berapa pun harganya tetap dibeli,” pungkasnya. (adv-Dfbpp)