BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Di tengah pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengaku terus memantau perkembangan penanganan kasus perampasan kemerdekaan yang mengakibatkan meninggal dunia seorang anak di Sangatta. Bahkan, ia secara khusus memanjatkan doa agar pelaku segera terungkap dan anggota yang bertugas diberikan kemudahan dalam mengungkap kasus tersebut.
Hal itu disampaikan Fauzan usai mengikuti konferensi pers pengungkapan kasus yang dipimpin Kapolda Kalimantan Timur di Mapolda Kaltim, Kamis (4/6/2026).
Fauzan menjelaskan, saat kasus itu terjadi dirinya masih berada di Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Meski berada jauh dari Kutai Timur, ia tetap memonitor perkembangan penyelidikan yang dilakukan jajarannya.
“Saya kemarin pada saat kejadian, kami masih berada di Tanah Suci Mekah. Kami tentunya juga masih monitor konfirmasi dari jauh terkait dengan penanganan kasus ini,” ujar Fauzan.
Menurutnya, setiap perkembangan kasus terus diikuti dari Tanah Suci. Ia berharap penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku dan menemukan titik terang atas peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.
Fauzan mengatakan, selama berada di Makkah dirinya juga terus mendoakan agar proses pengungkapan kasus berjalan lancar.
> “Kami berdoa mudah-mudahan pelaku kemarin segera terungkap siapa yang melakukan. Tentunya juga ini kami berdoa juga petugas kami yang di lapangan juga diberikan kekuatan dan kemudahan untuk membuat perkara ini terang-benderang,” katanya.
Doa tersebut, lanjut Fauzan, akhirnya beriringan dengan keberhasilan tim gabungan Polres Kutai Timur dan Polda Kalimantan Timur dalam mengungkap kasus tersebut. Pelaku berhasil diamankan pada malam 2 Juni 2026.
Setelah penangkapan dilakukan, polisi langsung bergerak mencari keberadaan korban berdasarkan informasi yang diperoleh dari pelaku. Keesokan harinya, korban berhasil ditemukan di kawasan Bukit Sangatta.
> “Dan Alhamdulillah malam di tanggal 2 Juni pelaku juga bisa ditangkap dan diamankan. Sekaligus juga kami langsung mencari posisi korban yang katanya ditinggalkan di Taman di Bukit Sangata dan Alhamdulillah pagi harinya sekitar pukul 10 korban juga sudah kita temukan,” ungkapnya.
Meski kasus berhasil diungkap, Fauzan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban. Ia menegaskan bahwa tersangka telah ditetapkan dan akan menjalani proses hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres juga mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam penyelidikan, baik dari Polres Kutai Timur maupun Polda Kaltim. Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh tim dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Polres Kutai Timur, kata Fauzan, akan terus memperkuat kegiatan kepolisian melalui langkah preemtif dan preventif guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa di masa mendatang.(*/pr)