TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional maupun daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan di Ballroom Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Sri Aslinda, tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia yang dibentuk sejak lingkungan keluarga. Karena itu, peran keluarga dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai perubahan sosial. Ia mengatakan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga hingga persoalan kesejahteraan sosial, tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk pola asuh, pendidikan, dan karakter anak.
“Apabila keluarga mampu menjalankan fungsinya dengan baik, maka dampaknya akan terasa terhadap kualitas pembangunan daerah secara keseluruhan. Sebaliknya, lemahnya ketahanan keluarga akan memunculkan berbagai persoalan sosial yang lebih kompleks,” ujarnya. Sri Aslinda menilai keberadaan TP PKK memiliki posisi strategis karena menjadi mitra pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Melalui jaringan tersebut, berbagai program pemberdayaan keluarga dinilai dapat dijalankan lebih efektif karena menyasar kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia menegaskan TP PKK Kabupaten Berau akan menindaklanjuti berbagai arahan yang disampaikan oleh Ketua Umum TP PKK maupun Pelindung TP PKK Nasional dengan memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK di seluruh wilayah Kabupaten Berau. Program tersebut, lanjutnya, akan diselaraskan dengan arah pembangunan pemerintah melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan keluarga, pendidikan anak, pemberdayaan ekonomi rumah tangga, ketahanan pangan keluarga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sri Aslinda juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor agar program pemberdayaan keluarga tidak berjalan sendiri. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. Ia berharap setiap kegiatan yang dilaksanakan TP PKK tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan semakin kuatnya peran keluarga, berbagai target pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, diyakini akan lebih mudah dicapai.
“Kolaborasi harus terus diperkuat. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam pemberdayaan keluarga, maka semakin besar pula peluang kita menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” jelasnya. Melalui komitmen tersebut, TP PKK Kabupaten Berau optimistis pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dapat terus menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung visi pembangunan daerah sekaligus sejalan dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah berharap penguatan ketahanan keluarga mampu menjadi pondasi lahirnya generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing di masa mendatang. (Nht/Prokopim).