Bukit Steling Masuk Radar Event Pariwisata Kaltim
SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal mulai menyiapkan pengembangan pariwisata berbasis event dan olahraga (sport tourism) di sejumlah destinasi unggulan daerah. Setelah Maratua Jazz and Run yang tengah dipersiapkan, Bukit Steling Samarinda disebut berpeluang menjadi lokasi penyelenggaraan event wisata berikutnya.
Hal itu disampaikan Faisal saat menghadiri kegiatan Obras Pariwisata Bersama Komunitas bertema Satu Dukungan Satu Tujuan, Bukit Steling Menuju Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 di Puncak Bukit Steling, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Faisal, pengembangan destinasi wisata saat ini tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam atau fasilitas pendukung. Diperlukan kegiatan yang mampu menciptakan pengalaman berbeda bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas destinasil

Karena itu, Dinas Pariwisata Kaltim tengah mempersiapkan pelaksanaan Maratua Jazz and Run, sebuah konsep yang memadukan pertunjukan musik dan kegiatan olahraga dalam satu rangkaian agenda wisata.
“Maratua Jazz akan jalan, tetapi kita gabungkan dengan run. Bagaimanapun sekarang sport tourism harus kita galakkan,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda itu menilai konsep tersebut sejalan dengan tren wisata saat ini, di mana pengunjung tidak hanya datang menikmati pemandangan, tetapi juga mencari pengalaman yang unik dan berkesan.
Setelah Maratua, Bukit Steling dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah kegiatan serupa. Kawasan yang menawarkan panorama Kota Samarinda dari ketinggian itu dianggap memiliki karakter yang cocok untuk dikembangkan sebagai lokasi event kreatif maupun olahraga wisata.
Faisal mengaku ingin menghidupkan kembali semangat penyelenggaraan event musik jazz yang pernah digelar di kawasan perbukitan Samarinda beberapa tahun lalu.

“Saya ingin meneruskan semangat teman-teman. Dulu pernah ada Selili Jazz Festival, dan saya ingin membuat sesuatu lagi di sini,” katanya.
Menurutnya, event berbasis musik jazz memiliki nilai promosi yang kuat karena mampu menarik perhatian publik yang lebih luas sekaligus meningkatkan citra sebuah destinasi wisata.
“Bukan berarti kita tidak mencintai musik lainnya, tetapi ada nilai yang bisa kita bawa ke tingkat nasional bahkan internasional. Ini yang ingin kita bangun bersama,” ujarnya.
Faisal menambahkan, kegiatan berbasis musik dan olahraga yang dikemas secara kreatif dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat branding destinasi wisata di Kalimantan Timur.
Selain berbicara mengenai peluang penyelenggaraan event, Faisal juga menilai Bukit Steling telah menunjukkan perkembangan yang positif sebagai destinasi wisata perkotaan di Samarinda. Meski belum sempurna, kawasan tersebut dinilai memiliki modal yang kuat untuk terus berkembang.
“Ini sudah menunjukkan arah yang baik. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengembangkannya,” katanya.
Pria yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kaltim itu juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam maupun infrastruktur yang tersedia. Keramahan masyarakat dan pengelola menjadi faktor penting yang akan menentukan apakah wisatawan ingin kembali berkunjung.
“Murah dan bagus saja tidak cukup. Kalau masyarakat tidak welcome dengan pengunjung yang datang, destinasi akan sulit berkembang,” tegasnya.
Ia juga membuka peluang keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), untuk membantu melengkapi fasilitas penunjang wisata di Bukit Steling.
Saat ini Bukit Steling tengah mengikuti Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 dan masih bersaing di posisi teratas dalam kategori yang diikutinya. Faisal berharap momentum tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Bukit Steling lebih luas sekaligus mempercepat pengembangan kawasan wisata yang tumbuh dari semangat gotong royong masyarakat tersebut.
“Masih ada beberapa bulan ke depan. Karena itu kita membutuhkan dukungan semua pihak agar posisi ini bisa terus dipertahankan,” pungkasnya. (dho)