2.079 Lowongan Dibuka di Job Fair Balikpapan, Disnaker Bidik Tingkat Penyerapan Tembus 50 Persen

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                                 Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan membuka peluang besar bagi para pencari kerja melalui pelaksanaan Job Fair 2026 yang menghadirkan 86 perusahaan dengan total 2.079 lowongan kerja dari 69 jenis jabatan. Pemerintah menargetkan tingkat penyerapan tenaga kerja pada kegiatan kali ini mampu melampaui 50 persen.

Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan job fair merupakan agenda rutin yang digelar dua kali setiap tahun. Setelah pelaksanaan pertengahan tahun ini, satu kegiatan serupa kembali akan digelar pada akhir tahun.

“Yang berpartisipasi ada 86 perusahaan dengan total 2.079 lowongan kerja dari 69 jenis jabatan. Sementara pencari kerja yang sudah melakukan registrasi mencapai 2.086 orang. Selisihnya hanya tujuh orang, sehingga peluang untuk terserap sebenarnya sangat besar,” ujar Adamin, pada hari Selasa, 14 Juli 2026.

Ia mengajak para pencari kerja memanfaatkan kesempatan tersebut dengan datang langsung ke lokasi job fair di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. Pelamar dapat melihat berbagai peluang kerja, menyerahkan lamaran secara langsung, maupun menjadwalkan proses rekrutmen lanjutan dengan perusahaan.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan job fair tahun 2025, tingkat penyerapan tenaga kerja masih berada di angka 46 persen. Tahun ini, Disnaker berharap lebih dari separuh lowongan yang tersedia dapat terisi.

“Kalau dari sekitar 2.000 lowongan itu bisa terserap lebih dari 1.000 orang, tentu ini sangat membantu. Satu orang yang bekerja tidak hanya menghidupi dirinya sendiri, tetapi juga keluarganya, sehingga dampak ekonominya cukup besar bagi masyarakat,” katanya.

Adamin mengungkapkan, kebutuhan tenaga kerja pada job fair kali ini masih didominasi sektor pemasaran dan industri. Posisi yang paling banyak dibutuhkan antara lain sales atau marketing, mekanik alat berat, pramuniaga, management trainee, kolektor, operator alat berat, staf administrasi, paramedis, tenaga kebersihan, juru bantu, hingga frontliner.

Melihat kebutuhan tersebut, Disnaker akan melakukan pemetaan kompetensi agar program pelatihan dan pemagangan yang diselenggarakan pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kami akan memetakan keterampilan apa yang paling dibutuhkan perusahaan. Dari situ kami siapkan pelatihan maupun program pemagangan bekerja sama dengan perusahaan, sehingga pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Job fair berlangsung selama dua hari, namun peserta yang telah melakukan registrasi tidak diwajibkan hadir pada waktu tertentu. Mereka dapat datang sesuai jadwal yang diinginkan selama kegiatan berlangsung.

Selain membuka kesempatan bagi pencari kerja umum, Disnaker juga mendorong perusahaan memenuhi kewajiban memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Baik pemerintah maupun perusahaan memiliki kewajiban membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Kami akan terus mendorong perusahaan mengakomodasi mereka, dan apabila kompetensinya masih perlu ditingkatkan, akan kami fasilitasi melalui pelatihan,” ujar Adamin.

Disnaker akan melakukan evaluasi sekitar dua bulan setelah pelaksanaan job fair dengan meminta laporan dari seluruh perusahaan peserta mengenai jumlah tenaga kerja yang diterima, termasuk jumlah pekerja penyandang disabilitas yang berhasil direkrut. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk mengukur efektivitas job fair, sekaligus menyusun strategi peningkatan penyerapan tenaga kerja pada kegiatan berikutnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024