BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tidak ingin Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) hanya menjadi kegiatan seremonial. Di balik gerakan tersebut, tersimpan pesan penting untuk mengembalikan peran ayah dalam pengasuhan sebagai upaya membentuk karakter anak, sekaligus mencegah persoalan emosional dan perundungan di lingkungan sekolah.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan selama ini keterlibatan ayah dalam urusan pendidikan anak masih tergolong minim. Aktivitas seperti pendaftaran hingga mengantar anak ke sekolah lebih banyak dilakukan oleh ibu.
Melalui GAMAS, pemerintah ingin mengajak para ayah lebih aktif mendampingi anak sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.
“Kami berharap ayah tidak hanya menjadi pencari nafkah, tetapi juga hadir memberikan semangat, perhatian, dan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan anak. Kehadiran ayah akan memperkuat hubungan emosional dan pembentukan karakter anak,” ujar Bagus, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Menurutnya, keterlibatan kedua orang tua sangat penting, terutama bagi anak yang baru memasuki jenjang sekolah dasar. Dukungan ayah dan ibu akan membuat anak lebih percaya diri, mudah beradaptasi, serta memiliki tempat bercerita ketika menghadapi persoalan di sekolah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan memberikan dispensasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan meniadakan apel pagi pada hari pertama masuk sekolah. Kebijakan ini bertujuan memberi kesempatan kepada para ayah untuk mengantar anak mereka tanpa terkendala jam kerja.
“Ini adalah momen yang sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi anak. Ada kebanggaan ketika seorang anak diantar langsung oleh ayahnya ke sekolah,” katanya.
Bagus juga mengingatkan bahwa tidak semua anak tumbuh dengan kehadiran seorang ayah. Karena itu, ia meminta sekolah membangun lingkungan yang inklusif bagi anak-anak dari keluarga orang tua tunggal (single parent).
Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab memastikan seluruh peserta didik memperoleh perlakuan yang sama tanpa memandang latar belakang keluarga.
“Kami berharap tidak ada anak yang kehilangan rasa percaya diri hanya karena dibesarkan oleh ibu seorang diri. Guru harus adil, dan teman-teman di sekolah juga tidak boleh melakukan bullying atau perundungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang hangat di dalam keluarga menjadi benteng utama bagi anak menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah. Orang tua diharapkan menjadi tempat pertama bagi anak untuk menyampaikan keluh kesah maupun persoalan yang dihadapinya.
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah merupakan bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Program tersebut juga telah diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 400.9.12.1/1513/E/SETDA.
“Pemerintah Kota Balikpapan mengajak seluruh masyarakat menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Mari bersama-sama mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak,” pungkas Bagus.(Adv Diskominfo Balikpapan)