BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Program pendidikan gratis bagi siswa sekolah swasta, predikat kota ramah anak, hingga inovasi pengelolaan sampah menjadi modal utama Kota Balikpapan bersaing dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026.
Berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat itu mengantarkan Balikpapan lolos ke lima besar nasional dan kini bersaing menuju tiga besar kota dengan pembangunan terbaik di Indonesia.
Pada penilaian tahap kedua yang dilakukan tim dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Pemerintah Kota Balikpapan diminta memaparkan berbagai kebijakan yang telah dijalankan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., mengatakan penilaian tidak hanya melihat dokumen perencanaan, tetapi juga mengukur sejauh mana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami sudah masuk lima besar nasional. Mudah-mudahan bisa lolos ke tahap berikutnya menjadi tiga besar. Pada tahap ini tim penilai mendalami bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, hingga implementasi program pembangunan yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Bagus, tim penilai melakukan pendalaman terhadap hampir seluruh sektor pembangunan, mulai dari transformasi birokrasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, ekonomi kreatif, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rasio gini, hingga kebijakan yang berpihak kepada anak dan penyandang disabilitas.
Setelah melakukan penilaian terhadap pemerintah daerah, Bappenas juga meminta masukan dari berbagai pemangku kepentingan, seperti dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, pegiat lingkungan, hingga DPRD. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dipaparkan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Mereka akan mengonfirmasi kepada para pemangku kepentingan apakah program yang kami sampaikan memang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejak awal kami tidak melebih-lebihkan informasi, tetapi menyampaikan apa yang benar-benar sudah dilakukan,” katanya.
Bagus menjelaskan, salah satu program yang mendapat perhatian tim penilai adalah kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan dalam mendukung akses pendidikan melalui bantuan kepada 15 SMP swasta, pemberian Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), subsidi pembayaran SPP, serta penyediaan seragam sekolah gratis.
Selain sektor pendidikan, predikat kota ramah anak dan keberhasilan pengelolaan sampah juga menjadi nilai tambah dalam proses penilaian. Balikpapan bahkan berhasil meraih predikat sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia dalam pengelolaan sampah, sementara inovasi pengolahan kompos di tingkat kelurahan dipersiapkan menjadi model yang akan diterapkan di wilayah lain.
Meski menghadapi tantangan berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD), Bagus memastikan Pemerintah Kota Balikpapan tetap memprioritaskan anggaran untuk sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Belanja wajib seperti pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas. Setelah itu baru program lainnya dioptimalkan agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Keberhasilan Balikpapan menembus lima besar nasional menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik, tetapi juga dari konsistensi menghadirkan kebijakan yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.( Adv Diskominfo Balikpapan)