SAMARINDA,Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mengakselerasi penanganan ketenagakerjaan melalui kombinasi pembuka lapangan kerja formal dan penguatan sektor informal. Strategi berimbang ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas pasar kerja lokal.
Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas angkatan kerja usia produktif di Kota Tepian telah terakomodasi di berbagai bidang pekerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menyebutkan bahwa sekitar 95 persen masyarakat usia produktif di Samarinda telah memiliki mata pencaharian.
“Kapasitas masyarakat usia produktif kita sekitar 95 persen sudah bekerja. Adapun sisa angkatan kerja yang belum tercatat bekerja namun berada dalam usia produktif berada di kisaran 25.000 orang,” kata Yuyum Puspitaningrum.
Keberhasilan penyerapan tenaga kerja tersebut berimbas langsung pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) daerah sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda.
TPT Samarinda mengalami tren positif dengan penurunan sebesar 0,40 persen dari posisi 5,75 persen pada tahun sebelumnya menjadi 5,31 persen.
“Alhamdulillah data BPS mencatat ada penurunan TPT sebesar 0,40 persen, dari 5,75 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen. Penurunan ini merupakan capaian yang lumayan besar jika dilihat dari kapasitas jumlah penduduk kita,” terang Yuyum.
Untuk mengintervensi 25.000 pencari kerja yang belum terserap, Disnaker Kota Samarinda memfokuskan program penguatan kapasitas mandiri di luar pasar kerja formal.
Melalui Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas (Latas), pemerintah daerah membuka ruang pelatihan vokasi informal yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan pasar lokal.
“Sebagaimana arahan Bapak Wali Kota, kami tidak hanya fokus pada pekerjaan formal, tetapi juga informal. Pelatihan-pelatihan terus kita jalankan, dan saat ini sudah terealisasi sebanyak enam batch pelatihan informal untuk membekali warga agar bisa berdikari,” tutup Yuyum Puspitaningrum.(DHV)