Wabup Berau Khawatirkan Lahan Eks Tambang Jadi Ancaman Lingkungan Generasi Kedepan

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Meluasnya aktivitas pertambangan di berbagai wilayah Kabupaten Berau mulai memunculkan kekhawatiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau atas dampak jangka panjang yang akan ditinggalkan. Wakil Bupati Berau H. Gamalis, SE, mengingatkan bahwa laju ekspansi tambang yang terus bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain.

Ancaman tersebut berpotensi mengubah bentang alam Berau secara permanen apabila tidak diimbangi dengan tanggung jawab pemulihan yang nyata. Di hadapan perwakilan perusahaan tambang, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, ia menilai persoalan utama yang harus menjadi perhatian bukan lagi sekadar aktivitas penambangan, melainkan bagaimana masa depan Berau setelah sumber daya alamnya terus dieksploitasi.

“Jangan sampai suatu saat nanti yang kita wariskan kepada generasi berikutnya bukan lagi bentang alam yang produktif, melainkan kawasan yang dipenuhi bekas aktivitas tambang,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keterbatasan pemerintah kabupaten dalam mengendalikan sektor pertambangan setelah sebagian besar kewenangan beralih ke pemerintah pusat. Kebijakan mengenai perizinan, pengawasan hingga reklamasi kini tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kendali daerah. Di sisi lain, Gamalis menilai Berau juga menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Sejumlah sumber pendapatan daerah yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan mengalami perubahan, sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat. Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah mencari sumber ekonomi baru melalui pengembangan sektor pariwisata, UMKM, pertanian, hingga sektor produktif lainnya agar ketergantungan terhadap tambang dapat dikurangi secara bertahap.

“Kita tentu ingin pembangunan tetap berjalan, tetapi jangan sampai kemajuan ekonomi hari ini justru mengorbankan masa depan daerah. Berau harus tetap menjadi tempat yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya, bukan daerah yang dipenuhi persoalan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam,” tegasnya. (Nht/Bin).

www.swarakaltim.com @2024