Gubernur Optimistis 2027 Seluruh Desa di Kaltim Teraliri Listrik PLN

SAMARINDA,Swarakaltim.com – Perjuangan terus dilakukan Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wagub Seno Aji untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakat Benua Etam. Pembangunan inklusif, menurutnya, bukan sekadar retorika, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata.

Perjuangan terbaru dilakukan Gubernur Harum dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN pada Desa Belum Berlistrik di Kalimantan Timur yang digelar di Ruang Serbaguna Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Di hadapan Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, Gubernur Harum menyampaikan bahwa Kaltim merupakan salah satu daerah penghasil minyak, gas, dan batu bara terbesar di Indonesia. Namun, masih terdapat desa yang belum menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero).

“Kaltim ini lumbungnya energi, Pak Dirjen. Tapi listrik kita belum semua menikmati. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal. Tidak seperti hari ini, listrik gantian hidup, bukan gantian mati,” keluh Gubernur Harum.

Menurutnya, kondisi listrik yang tidak stabil tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap iklim investasi. Sebab, pelaksanaan proyek investasi akan sangat terganggu jika pasokan listrik tidak andal.

“Listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong gairah investasi,” tegasnya.

Terkait kondisi kelistrikan desa di Kaltim, Gubernur Harum menjelaskan, pada akhir 2025 dari 1.038 desa/kelurahan, masih terdapat 109 desa yang belum teraliri listrik PLN.

Kebutuhan jaringan antardesa dan antardusun yang belum teraliri listrik PLN mencapai sekitar 926,55 kilometer sirkuit (kms), dengan 58.725 kepala keluarga (KK) belum menikmati layanan listrik PLN.

Menyikapi kondisi tersebut, pada 2025 Pemprov Kaltim melakukan intervensi melalui Program Pra-PLN. Salah satunya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Alat Penyalur Daya Listrik (Apdal) di 13 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Tahun 2025 kita juga melakukan perluasan jaringan listrik antardusun di 16 desa untuk menerangi 1.600 rumah dan 1.803 kepala keluarga, dengan panjang SUTR 43.157 meter, SUTM 26.879 meter, serta 28 unit trafo,” ungkap Gubernur Harum.

Perjuangan tersebut belum selesai. Pada semester I 2026, Pemprov Kaltim meminta Dirjen Ketenagalistrikan menyambungkan listrik ke 37 desa non-PLN. Dampaknya positif. Pada semester I 2026, jumlah desa yang belum berlistrik di Kaltim berkurang menjadi 72 desa.

“Tahun ini kita usulkan lagi penyelesaian untuk 36 desa non-PLN dan 2027 akan diselesaikan 36 desa lainnya,” tegas Gubernur.

Orang nomor satu di Kaltim itu optimistis daerah yang dipimpinnya mampu mencapai 100 persen desa teraliri listrik PLN pada akhir 2027. Target tersebut lebih cepat dibandingkan target nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni seluruh desa di Indonesia teraliri listrik PLN pada 2029.

Secara rinci, desa yang belum teraliri listrik PLN tersebar di Kabupaten Paser sebanyak empat desa, Kutai Barat 21 desa, Berau 21 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Kutai Timur 13 desa.

“Kami harus memastikan semua rakyat Kaltim menikmati akses listrik PLN. Karena itu, mari kita kawal bersama agar pada 2027 seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen berlistrik PLN,” tandasnya.

Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengapresiasi dedikasi dan perjuangan yang ditunjukkan Gubernur Harum dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik PLN bagi seluruh masyarakat Kaltim.

“Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltim dan para bupati. Kami sangat mendukung percepatan penyediaan dan pemenuhan listrik di Kalimantan Timur. Kami akan lakukan seoptimal mungkin,” kata Tri Winarno yang juga menjabat Dirjen Minerba Kementerian ESDM tersebut.

Rapat turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Suhuk, serta GM PLN UID Kaltimtara Muchammad Khaliq Fadli. (aya/sk)

www.swarakaltim.com @2024