SEMARANG,Swarakaltim.com – Kafilah Kaltim kembali bertekad menang dan meraih predikat juara umum. Kafilah Kalimantan Timur dipastikan mengikuti seluruh cabang lomba pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah, 11 – 20 September 2026.
Perhelatan nasional dua tahunan para pencinta, pembaca dan penghafal kitab suci umat Islam seantero nusantara ini akan menyelenggarakan 8 cabang lomba yang terbagi dalam 24 golongan dan 48 kategori.
“Alhamdulillah, Kaltim mengikuti seluruh cabang lomba,” kata Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum), usai menghadiri pembukaan MTQN XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang Jawa Tengah, Sabtu 12 September 2026.
Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Gubernur Harum menjelaskan menghadapi MTQN 2026 Semarang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim telah merampungkan rangkaian pemusatan latihan (Training Center/TC) bagi kafilah.
TC berlangsung selama satu bulan penuh mulai 8 Agustus hingga 9 September 2026 di Jakarta
Setidaknya 56 kafilah terpilih mengikuti pemusatan latihan intensif bersama para pelatih nasional dan resmi dilepas pada 9 September lalu sebelum bertolak ke Semarang
Menurut orang nomor satu Benua Etam ini, Kalimantan Timur hadir di Semarang dengan status juara dan akan mempertahankan gelar juara umum.
“Kita datang tidak hanya untuk bersilaturahmi dan bertanding, tetapi juga untuk menang,” tegas Gubernur Harum.
Delapan cabang utama yang dilombakan, terdiri Seni Baca Alqur’an, Qiraat Alqur’an, Hafalan Alqur’an (Tahfizh), Tafsir Alqur’an, Fahmil Qur’an (Cerdas cermat kandungan Alqur’an), Syarhil Qur’an (Pemaparan/syarahan isi kandungan Alqur’an), Seni Kaligrafi Alqur’an, dan Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Alqur’an (KTIQ).
Hari ini kafilah Benua Etam yang mulai berlomba, yakni Zainal Arifin (Kaligrafi naskah putra), Hj Siti Nur Jannah (Tilawah tuna netra putri), Hakim Maulana (KTIQ putra), Nur Anisa (Kaligrafi naskah putri), Muhammad Rifky Veroza Raditian (5 juz dan Tilawah putra), Muhammad Dedi Setiawan (Kaligrafi kontemporer putra), Asri Wahyuni (Tilawah anak-anak putri), Pajriatinur (Qira’at mujawwad dewasa putri), Syarifuddin (Qira’at mujawwad dewasa putra), dan Syarli Baizura Sajidah (Kaligrafi kontemporer putri).(aya/sk)
Foto : adpim