Satu Suara Redam Polemik Teras Samarinda, Varia Niaga Siap Godok Skema Baru Bersama EO dan UMKM

Syamsuddin Hamade, Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Titik terang akhirnya dicapai dalam polemik pembatasan aktivitas perdagangan di kawasan Teras Samarinda. Pertemuan intensif antara Perumda Varia Niaga Samarinda dan perwakilan para penyelenggara acara (event organizer) serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil merumuskan kesepakatan damai untuk membenahi pola kolaborasi ke depan.

Syamsuddin Hamade, Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog terbuka tersebut. Menurutnya, keberadaan komunitas UMKM dan EO selama ini memegang peran vital dalam menghidupkan Teras Samarinda sebagai pusat destinasi wisata publik yang nyaman dan inklusif.

“Kami senang bisa bertemu langsung dengan teman-teman pelaku UMKM dan EO yang selama ini sudah meramaikan Teras Samarinda. Tujuan utama kita menghadirkan destinasi wisata yang nyaman bagi semua entitas masyarakat sudah mulai terwujud, dan hari ini kita sepakat merumuskan solusi agar kerja sama ke depan bisa jauh lebih baik,” ujar Syamsuddin Hamade saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Rabu (28/10/2026).

Syamsuddin mengakui, ketegangan yang sempat muncul dipicu oleh dinamika operasional di lapangan serta perlunya penegasan kembali batas tanggung jawab dalam skema kemitraan. Pihaknya berkomitmen untuk memegang penuh kendali tanggung jawab manajerial di bawah koridor regulasi yang ditetapkan pemerintah kota.

“Tadi kita bahas solusinya bahwa UMKM bekerja sama dengan EO, dan EO bermitra dengan Perumda Varia Niaga. Sinergi ini yang harus dihormati dan sama-sama bertanggung jawab. Perumda Varia Niaga siap bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan di sana,” tegasnya.

Menyangkut kepastian kuota dan ruang bagi pedagang kecil, Syamsuddin menjelaskan pihaknya tengah menyusun usulan komprehensif kepada Pemkot Samarinda. Meski penyelesaian jangka pendek difokuskan pada penertiban transisional, ruang dialog untuk jangka menengah dan panjang tetap terbuka lebar.

Pihaknya menyambut baik sinyal positif dari jajaran Pemkot Samarinda khususnya Asisten II yang membuka ruang bagi lahirnya pola-pola event baru dengan tetap melibatkan pelaku ekonomi kerakyatan secara proporsional.

“Untuk slot khusus UMKM, hari ini posisinya masih dalam proses pengusulan kepada Pemerintah Kota Samarinda. Kami memprioritaskan solusi jangka pendek dulu, sementara untuk jangka menengah dan panjang kita siapkan usulan baru agar event-event ke depan tetap bisa melibatkan UMKM dengan pola yang lebih rapi,” pungkas Syamsuddin.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024