Terjun ke Kawasan Mangrove, Mahasiswa KKN 52 Kolaborasi UNMUL-UINSI Tanam 200 Bibit di Muara Badak Ilir

MUARA BADAK ILIR, Swarakaltim.com – Tak sekadar menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebanyak 10 mahasiswa KKN 52 Kolaborasi Universitas Mulawarman (UNMUL) dan UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda turun langsung ke kawasan mangrove Salo Sumbala, Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, untuk menanam 200 bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Penanaman 10.000 Pohon Mangrove yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Sebelumnya, pada Rabu (22/7/2026), para mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman massal bersama berbagai pihak. Selanjutnya, pada Senin (27/7/2026), mereka melaksanakan program kerja prioritas dengan menanam 200 bibit mangrove di lokasi yang sama.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Salo Sumbala dan Yayasan Mangrove Lestari. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya rehabilitasi ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan pesisir sebagai benteng alami dari abrasi dan perubahan iklim.

Ketua Kelompok KKN 52 Desa Muara Badak Ilir, Adrian, mengatakan penanaman mangrove menjadi salah satu program kerja prioritas yang dirancang mahasiswa sebagai bentuk kontribusi nyata bagi lingkungan sekaligus mendukung target penanaman 10.000 pohon mangrove di kawasan tersebut.

“Kami, mahasiswa KKN Kolaborasi 52 UNMUL dan UINSI, telah menjalankan salah satu program kerja prioritas berupa penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebelumnya, kami turut berpartisipasi dalam gerakan penanaman 10.000 pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Kegiatan ini kami laksanakan bersama Pokdakan Salo Sumbala dan Yayasan Mangrove Lestari. Hari ini, 27 Juli 2026, kami melaksanakan penanaman mangrove sebagai bagian dari target penanaman 10.000 pohon selama periode 22 hingga 30 Juli 2026. Mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi pelestarian alam, menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi habitat berbagai satwa di kawasan Salo Sumbala, serta berperan penting dalam menyerap gas karbon,” ujar Adrian.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan. Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai jenis biota, sekaligus menyerap emisi karbon untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap gerakan pelestarian mangrove dapat terus berlanjut dengan melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat. Penanaman mangrove tidak hanya menjadi aksi menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa KKN 52 UNMUL-UINSI berharap langkah kecil yang mereka lakukan di kawasan Salo Sumbala dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak pihak untuk bersama-sama merawat hutan mangrove sebagai aset penting bagi masa depan lingkungan pesisir Kalimantan Timur. (*/dho/sk/mhskkn)

www.swarakaltim.com @2024