Gelar BIFF Oktober Mendatang, Panitia Siapkan 400 Koleksi Busana dan Sediakan Akses Registrasi Gratis bagi Publik

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Perhelatan Borneo International Fashion Festival (BIFF) siap digelar pada 1-4 Oktober 2026 mendatang di area outdoor Kantor Gubernur Kaltim. Ajang ini dirancang tidak sekadar sebagai panggung peragaan busana, melainkan motor penggerak ekonomi yang mengintegrasikan pengrajin, desainer, hingga pelaku UMKM lokal menuju pasar global.

​Project Director BIFF, Anas Maghfur, menjelaskan bahwa perhelatan ini bertujuan menggerakkan roda ekonomi dari tingkat pengrajin hingga menjadi produk berkelas dunia. Misi utama yang diusung adalah mengekspor cerita, budaya, dan produk unggulan Kaltim, mulai dari Tenun Ulap Doyo, Sarut, Tenun Badong Tidung, Batik Ampiek, produk kriya, kuliner khas, hingga hasil laut.

​Ia memaparkan, panggung peragaan busana melibatkan ekosistem yang luas seperti penenun, pembatik, pengrajin manik dan rotan, penjahit, hingga penata rias dan fotografer. Dalam ajang ini, panitia menargetkan partisipasi 40 desainer, 40 model, serta 400 koleksi busana, yang persiapannya telah terealisasi hingga 70 persen dengan mengusung ikon Kupu-kupu Raja Brooke (Trogonoptera brookiana).

​Terkait akses menonton bagi masyarakat umum, Anas menegaskan bahwa area panggung utama disiapkan sekitar 320 kursi yang diisi oleh Forkopimda, mitra, dan tamu desainer. Namun, warga yang ingin hadir menyaksikan secara langsung tetap diberikan akses masuk melalui sistem pendaftaran daring.

​”Fokus utama kami adalah keberlanjutan bisnis pengrajin pasca-event, baik lewat kolaborasi dengan desainer maupun keterlibatan langsung di stan pameran. Untuk masyarakat umum yang ingin nonton sangat boleh, nanti tinggal mendaftar via website resmi www.biffest.com. Ini bukan beli tiket, tapi registrasi gratis agar kami bisa memastikan kapasitas seat penuh, meriah, dan pengunjung tidak kecewa karena tidak dapat kursi,” ujar Anas saat konferensi pers di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (10/9/2026).

​Sementara itu, Creative Director BIFF, Tyas Dani, memaparkan detail pelaksanaan acara yang terbagi dalam dua tahap. Rangkaian pameran UMKM, talkshow, workshop, dan lomba digelar pada 1-2 Oktober, sedangkan gelaran fashion show puncak berlangsung pada 3-4 Oktober dengan menghadirkan 29 model hasil kurasi audisi ketat berstandar internasional.

​Dani menambahkan, desainer dari luar daerah seperti dari Jawa juga turut dilibatkan, namun seluruh karya yang mereka tampilkan wajib mengolah dan menggunakan bahan dasar wastra khas Kaltim. Langkah ini diambil untuk menegaskan identitas daerah di mata pengunjung nasional maupun internasional.

​”Melalui BIFF, kami ingin membuka akses pasar B2B dan corporate branding bagi produk UMKM dan pengrajin lokal. Pesan saya untuk generasi muda dan pelaku kreatif, please don’t be scared, speak up. Tunjukkan karyamu, jangan ragu bermimpi besar. Kami membangun jembatan ini agar bisa memfasilitasi dan membantu adik-adik sekalian sukses bersama sampai ke panggung internasional,” tegas Dani.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024