Tanjung Redeb, Swarakaltim.com – Setelah tahun 2024 menyandang predikat Kabupaten kurang inovatif dengan 27 poin, tahun 2025 Kabupaten Berau Bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkolaborasi untuk melakukan input data inovasi daerah dan akhirnya masuk kategori Inovatif dengan memperoleh 44 poin. Menjaga predikat tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Bimbingan Teknis Indeks Inovasi Daerah, Rabu (05/08/2026) di Gedung RPJPD.
Menurut penyampaian Kepala Bapperida Berau Endah Ernani Trianiani bahwa meskipun saat ini Kabupaten Berau sudah menyandang predikat inovatif, namun bukan berarti santai. Sebab menurut beliau Kabupaten Berau memiliki banyak inovasi, namun belum diinput oleh OPD kedalam system sehingga tidak terbaca.
“Pada momen ini saya sangat berharap perhatian dan keseriusan OPD untuk menyeleksi dan menginput inovasinya jika memang sudah lengkap syarat dan ketentuanya. Sebab berdasarkan data Kementrian yang menangani inovasi daerah, di Kabupaten ada beberapa inovasi yang sudah diusulkan namun belum lengkap sehingga tidak lolos seleksi di kementrian, “terang Kepala Bapperida.
Sementara itu dalam sambutanya, Wakil Bupati Berau Gamalis yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Andi Marewangeng menyampaikan hal yang sama. Beliau berharap agar inovasi yang sudah ada di Kabupaten Berau baik yang ada di OPD maupun di tingkat sekolah dan perguruan tinggi bisa dihimpun Kembali melalui Bapperida agar bisa dimasukan ke system.
“Seiring perkembangan metode kerja dan dunia digital, kita harus terus mampu menyesuaikan dengan perkembangan itu melalui inovasi. Inovasi tidak harus menggunakan dana besar. Contoh saat ini Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sedang melakukan riset untuk memanfaatkan limbah Batubara agar bisa difungsikan menjadi bahan sekelas semen. Jika itu berhasil maka bisa diaplikasikan untuk cor semen dengan beban ringan seperti gang dan jalan kecil lainya, “papar Andi.
Dalam penyampaian materinya, Kepala Pusat Pengembangan SDM Kementrian Dalam Negeri David Yana memaparkan, bahwa ditengah efisiensi anggaran se Indonesia, inonasi tidak harus baru, karena belum tentu efektif. Beliau mencontohkan, saat ini Jawa Barat memiliki 260 inovasi yang telah lulus uji dan bisa diadopsi.
“Reflikasi inovasi ini malah lebih hemat dari sisi anggaran, dan kita malah lebih bebas memilih inovasi daerah mana yang cocok dan bisa diterapkan di daerah kita. Selain itu, untuk mempercepat pencapaian target inovasi disetiap tahunya, harus ada Peraturan Daerah (Perda) dan dibentuk tim untuk menerima klinik konsultasi bagi peserta inovasi, “terang David.
David juga menambahkan, menurut peraturan jika ada daerah yang tidak serius menangani inovasi tersebut, ada punishment dengan pemangkasan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Oleh sebab itu, bagi Berau diharapkan tetap menjaga predikat yang sudah dicapai. (Nht/*).