SANGATTA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus berupaya memperluas pemerataan akses internet, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah perdesaan dan kawasan yang masih mengalami keterbatasan jaringan atau blank spot.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi jajaran PT Telkom yang dipimpin Haidar bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di ruang kerja Bupati Kutim, Kamis (13/8/2026). Pertemuan turut membahas pelaksanaan Post Implementation Review layanan internet dan layanan pendukung bagi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim.
Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar H. Siburian mengatakan audiensi tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap layanan yang telah berjalan. Evaluasi diperlukan untuk memastikan pengelolaan layanan dilakukan secara akuntabel, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Audiensi ini menjadi bagian dari upaya mengevaluasi pelaksanaan layanan yang telah berjalan sekaligus memastikan pengelolaannya dilakukan secara akuntabel, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Ronny.
Selain evaluasi layanan, pertemuan tersebut membahas prioritas, tantangan, serta kebutuhan Pemkab Kutim terhadap dukungan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Salah satu perhatian utama adalah memperluas akses internet hingga wilayah perdesaan.
Bupati Ardiansyah menegaskan, ketersediaan internet saat ini telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Salah satu sektor yang paling membutuhkan dukungan konektivitas adalah pendidikan, khususnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah kecamatan hingga desa.
“Sekolah-sekolah, terutama yang berada di kecamatan dan desa, sangat membutuhkan akses internet untuk menunjang proses pembelajaran,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, Pemkab Kutim terus berupaya menghadirkan infrastruktur dasar yang dapat menunjang aktivitas masyarakat. Tidak hanya konektivitas internet, ketersediaan listrik juga menjadi kebutuhan yang terus didorong agar pelayanan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Pelayanan kepada masyarakat terus kami usahakan, khususnya terkait kebutuhan internet dan listrik dari PLN. Dua hal ini sangat penting untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ronny mengakui perluasan akses internet ke desa-desa akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
Salah satu fokus yang kini dimatangkan adalah pemetaan titik-titik blank spot, yakni wilayah yang masih belum mendapatkan akses jaringan telekomunikasi secara optimal.
“Saat ini kami juga terus mematangkan pemetaan wilayah blank spot, termasuk menentukan kebutuhan serta perangkat atau teknologi apa yang dapat digunakan sebagai solusi dan backup layanan,” ujar Ronny.
Menurutnya, pemetaan menjadi bagian penting agar pembangunan maupun pengembangan infrastruktur internet dapat dilakukan secara tepat sasaran. Terutama bagi wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi, tetapi masih menghadapi keterbatasan jaringan.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PT Telkom, Haidar, memaparkan perkembangan cakupan jaringan telekomunikasi di Kutai Timur. Ia menyebut saat ini seluruh 18 kecamatan di Kutim telah terjangkau jaringan 4G.
“Secara keseluruhan terdapat sekitar 300 menara telekomunikasi yang mendukung layanan jaringan di wilayah Kutai Timur,” ungkap Haidar.
Cakupan tersebut menjadi modal penting bagi Kutim dalam memperkuat konektivitas digital. Namun, pemerataan akses masih menjadi pekerjaan yang perlu dilakukan, terutama di desa-desa yang berada jauh dari pusat kecamatan dan masih menghadapi keterbatasan jaringan.
Dengan cakupan 4G yang telah menjangkau seluruh kecamatan, Pemkab Kutim kini dapat lebih fokus mengidentifikasi titik-titik yang masih memiliki kesenjangan konektivitas. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan teknologi, perangkat, maupun pola layanan yang paling sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.
Penguatan konektivitas digital dinilai semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap internet, baik untuk pendidikan, pelayanan pemerintahan, komunikasi, maupun aktivitas ekonomi dan sosial.
Melalui evaluasi layanan, pemetaan blank spot, serta penguatan infrastruktur secara bertahap, Pemkab Kutim berharap akses internet dapat semakin merata. Dengan demikian, masyarakat di wilayah perdesaan juga memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan layanan digital untuk menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari.(Fan)