SANGATTA,Swarakaltim.com – Mengantisipasi kembali munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, memperkuat patroli terpadu sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan dengan mendirikan Posko Pencegahan Karhutla yang melibatkan unsur kecamatan, Forkopimcam, Masyarakat Peduli Api (MPA), aparat desa, masyarakat, serta dukungan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kongbeng.
Mulai Minggu (14/8), tim gabungan beranggotakan sekitar 20 orang melaksanakan patroli terpadu untuk memantau kondisi lapangan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Patroli juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melapor apabila menemukan adanya titik api sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Camat Kongbeng Petrus Ivung, S.P., M.A.P., mengatakan keberadaan posko diharapkan dapat mempercepat koordinasi sekaligus memudahkan masyarakat menyampaikan laporan apabila terjadi karhutla.
“Kami bersama-sama memantau kondisi lapangan dan mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada posko terdekat agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Petrus.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kongbeng juga turut mendukung kegiatan tersebut, salah satunya PT Karya Prima Agro Sejahtera (KPAS).
Selain mendukung kegiatan patroli, PT KPAS turut membantu perlindungan kesehatan masyarakat dengan membagikan sebanyak 1.000 paket masker dan vitamin.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga menjaga kesehatan, terutama saluran pernapasan dan kondisi tubuh di tengah cuaca panas serta kondisi udara yang kurang mendukung akibat kemarau maupun potensi karhutla.
Region Head PT KPAS Sahat Purba mengatakan pembagian masker dan vitamin merupakan bagian dari kolaborasi bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang perlu mendapat perhatian.
“Kami berharap masyarakat selalu menggunakan masker dan minum vitamin yang dibagikan agar tetap nyaman beraktivitas dan lebih memperhatikan kesehatan, terutama ketika cuaca panas dan kondisi udara kurang mendukung,” harap Sahat.
Petrus menegaskan, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla di Kongbeng. Dengan patroli, edukasi, pelaporan cepat, serta dukungan perusahaan dan masyarakat, potensi kebakaran diharapkan dapat ditekan sejak dini.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi mengingat wilayah Kongbeng pada tahun-tahun sebelumnya termasuk kawasan yang memiliki titik panas dan berpotensi terdampak karhutla. (fan)