Karhutla Terus Menghantui, Disbudpar Berau Tutup Sementara Sejumlah Destinasi Wisata

Tanjung Redeb, Swarakaltim.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kabupaten Berau turut berdampak pada sektor pariwisata. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengambil langkah pembatasan aktivitas wisata dengan menutup sementara sejumlah destinasi alam yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Hal itu diungkapkan Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, saat ditemui di Kantornya, jalan Pulau Derawan, Tanjung Redeb, Jumat (4/9/2026). “Keputusan tersebut terpaksa diambil, karena mempertimbangkan keselamatan wisatawan maupun masyarakat yang berada di sekitar kawasan destinasi,” ungkapnya.
Sebab, sampai dengan hari ini (Jumat) kondisi cuaca kering yang disertai kabut asap membuat perjalanan menuju sejumlah objek wisata juga memiliki risiko tersendiri. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin memaksakan kegiatan wisata tetap berjalan ketika situasi di lapangan berpotensi membahayakan pengunjung.
“Kalau kondisi sudah berkaitan dengan keselamatan, kami mendukung apabila destinasi untuk sementara dihentikan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama,” ujarnya lagi.
Penutupan tersebut tambahnya, tidak hanya ditujukan untuk mengurangi aktivitas wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke kawasan destinasi. Disbudpar meminta pengelola serta masyarakat yang berada di sekitar objek wisata tetap melakukan pengawasan meski lokasi sedang tidak menerima pengunjung.
Yudha menjelaskan, kondisi destinasi yang kosong justru membutuhkan perhatian lebih. Minimnya aktivitas manusia di lokasi wisata dikhawatirkan membuat potensi kebakaran terlambat diketahui apabila tidak disertai pengawasan dari masyarakat maupun pengelola.
“Kami tetap menyampaikan kepada pihak-pihak di sekitar destinasi agar kawasan tersebut dijaga. Walaupun sementara ditutup, pengawasan harus tetap berjalan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Hingga Jumat, sedikitnya lima destinasi wisata alam tercatat mengalami penghentian sementara aktivitas akibat situasi karhutla dan kondisi kemarau. Beberapa di antaranya berada di wilayah Kecamatan Segah dan Kelay yang memiliki kawasan hutan serta vegetasi cukup dominan.
“Destinasi tersebut meliputi Danau Nyadeng dan kawasan goa di Kecamatan Kelay. Sementara di Kecamatan Segah terdapat Air Terjun Tembalang, Puncak Ketepu, serta Bukit Mincau. Sejumlah lokasi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih karena berada di kawasan yang memiliki potensi terdampak kebakaran maupun asap,” papar Yudha.
Disbudpar menyebut kebijakan penutupan bersifat situasional. Artinya, destinasi yang saat ini masih dapat dikunjungi bukan berarti sepenuhnya terbebas dari ancaman. Kondisi di lapangan akan terus dipantau dan evaluasi dapat dilakukan apabila risiko kebakaran maupun kabut asap semakin memburuk.
Yudha mengatakan kawasan seperti Merabu masih berada dalam kondisi yang relatif memungkinkan untuk kegiatan wisata. Namun, pihaknya tetap meminta pengelola dan masyarakat tidak lengah serta segera mengambil langkah pembatasan apabila keadaan berubah.
“Kalau situasinya memburuk, tentu penutupan sementara bisa dilakukan. Kami tidak ingin mengambil risiko hanya untuk mempertahankan aktivitas wisata,” katanya.
Yudha berharap kondisi tersebut dapat segera membaik sehingga destinasi wisata yang ditutup dapat kembali beroperasi. Namun, pembukaan kembali akan tetap bergantung pada perkembangan situasi karhutla dan hasil pemantauan kondisi kawasan.
“Memang situasinya cukup berat dan di luar perkiraan. Tetapi untuk sementara yang paling penting adalah bagaimana kawasan wisata tetap aman dan tidak ikut terdampak kebakaran,” pungkasnya. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024