TANJUNG REDEB, Swarakamltim.com – Intrusi air laut yang masuk ke sumber air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang sejak akhir Agustus mulai memberikan tekanan terhadap pelayanan air bersih di wilayah tersebut. Kondisi itu membuat Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau tidak dapat menjalankan produksi secara normal dan harus mengurangi waktu operasional instalasi yang sebelumnya berlangsung penuh menjadi sekitar 12 jam dalam sehari. Untuk tetap menjaga pasokan diwilayah tersebut, Perumda memanfaatkan jaringan interkoneksi.
Hal itu ditegaskan oleh Direktur Utama (Dirut) Perumda Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, saat meninjau kondisi IPA Gurimbang beberapa waktu lalu. Menurut Saipul, masuknya air laut ke sumber air baku menjadi persoalan utama karena kualitas air yang diterima instalasi tidak selalu memungkinkan untuk langsung diolah.
Di tengah keterbatasan tersebut, Perumda Batiwakkal berupaya menutup kekurangan produksi dengan mengoptimalkan hubungan jaringan antara Gurimbang dan Sambaliung. Keduanya masih berada dalam satu sistem pelayanan sehingga aliran air dapat dialihkan melalui mekanisme interkoneksi. Petugas mengatur katup jaringan secara berkala untuk menyesuaikan volume air yang masuk ke wilayah terdampak dengan kapasitas yang tersedia dari jaringan lainnya.
“Karena kedua wilayah masih terhubung dalam satu sistem, distribusinya bisa kami atur. Ketika produksi di Gurimbang berkurang, jaringan lain dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Saipul.
Strategi tersebut menjadi penting karena penghentian atau pengurangan produksi secara terus-menerus berpotensi membuat tekanan air di jaringan menurun, terutama bagi pelanggan yang berada jauh dari sumber distribusi. Namun hingga saat ini, pembatasan operasional tersebut belum membuat pelayanan air bersih di Gurimbang dan kawasan sekitarnya terhenti total.
“Alhamdulillah, Masyarakat telah menyesuaikan aktivitas rumah tangga dengan waktu distribusi sehingga gangguan yang terjadi masih dapat dikelola, “imbuhnya.
Saipul menegaskan, Perumda akan terus melakukan pengaturan jaringan sembari memantau kondisi sumber air baku di Gurimbang. “Penanganan gangguan tidak cukup hanya mengandalkan langkah teknis dari perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan pelanggan melalui pengendalian konsumsi air, “pungkas Dirut Perumda Batiwakkal. (Nht/Bintang).
NB : Foto saat Saipul Rahman dan tim Perumda meninjau IPA Gurimbang.