Antisipasi Kebakaran Lahan, BNPB Siagakan Helikopter Water Bombing di Samarinda

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun tinjau langsung Helikopter Waterbombing di APT Pranoto

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan satu unit helikopter waterbombing di Bandara APT Pranoto Samarinda untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian marak. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, usai berkoordinasi langsung dengan pihak BNPB.

“Saya tadi dihubungi dari BNPB langsung bahwa helikopter water bombing sudah sampai di Bandara APT Pranoto. Hari ini kami menggelar rapat persiapan teknis penanganannya, dan diharapkan paling lambat Rabu penanganan udara ini sudah bisa dimulai,” ujar Suwarso.

Suwarso menjelaskan bahwa opsi waterbombing menjadi langkah utama lantaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum memungkinkan untuk dilaksanakan. Berdasarkan data BMKG Pusat, belum ada potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup untuk disemai.

Hingga saat ini, BPBD Samarinda mencatat sebanyak 176 kejadian kebakaran lahan di wilayah Samarinda. Kebakaran terbesar dilaporkan terjadi di wilayah Samarinda Utara dengan luas area terdampak mencapai 20,5 hektare, melampaui kasus sebelumnya di daerah Bantuas yang seluas 10 hektare. Mayoritas area terbakar merupakan semak belukar serta sebagian kecil lahan pertanian warga.

“Selain menyasar area semak belukar, kami juga mengusulkan agar pengeboman air ini bisa menyasar lahan pertanian yang terbakar. Harapannya bisa mempercepat pemulihan fungsi sawah dan tanah warga,” tambah Suwarso.

Sementara itu, terkait status tanggap darurat kebencanaan yang berakhir hari ini, BPBD masih merangkum data pendukung dari berbagai dinas teknis serta BMKG. Rekapitulasi data tersebut nantinya akan diserahkan kepada Wali Kota Samarinda guna memutuskan apakah status tanggap darurat akan diperpanjang atau tidak.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024