Ringankan Beban Fakir Miskin Terdampak Karhutla, BAZNAS Berau Salurkan Bantuan

Tanjung Redeb, Swarakaltim.com – Kebakaran yang masih terus terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Berau turut menambah beban masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Di tengah situasi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Berau berupaya meringankan beban warga dengan menyalurkan bantuan ke warga fakir miskin yang terdampak.

Menurut penjelasan Ketua BAZNAS Kabupaten Berau, Muhammad Ghazali, saat ditemui dalam rangkaian Rapat Paripurna di lantai 2 Gedung DPRD Kabupaten Berau beberapa waktu lalu mengatakan bahwa penanganan warga terdampak kebakaran menjadi salah satu bagian dari pelayanan sosial yang terus dilakukan BAZNAS.

Menurut Ghazali, BAZNAS memiliki lima bidang utama penyaluran bantuan, yakni bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran dan kondisi darurat, dukungan untuk fakir miskin, program Berau Cerdas di bidang pendidikan, Berau Takwa untuk kegiatan keagamaan, serta Berau Sehat yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan.

Namun, bantuan tersebut tidak diberikan secara otomatis kepada setiap pemohon. BAZNAS terlebih dahulu melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memiliki kebutuhan dan memenuhi kriteria mustahik.

“Setiap permohonan akan ditindaklanjuti melalui survei dengan melihat kondisi ekonomi pemohon, mulai dari pendapatan hingga beban pengeluaran. Hasil penilaian digunakan untuk menentukan tingkat prioritas penerima, termasuk menentukan apakah seseorang masuk kategori yang belum dapat diberikan bantuan, “Terang Gazali.

Ghazali mengatakan mekanisme tersebut penting agar keterbatasan dana yang dimiliki BAZNAS dapat diarahkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Terlebih, permohonan bantuan terus datang, sementara kebutuhan masyarakat di lapangan sangat beragam.

“Kondisi paling mendesak terlihat ketika kebakaran menimpa permukiman warga. BAZNAS berupaya memberikan bantuan awal segera setelah kejadian, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar korban yang kehilangan sebagian atau seluruh perlengkapan rumah tangga, “imbuhnya.

Ghazali mengakui tantangan utama dalam memperluas bantuan adalah ketersediaan dana. BAZNAS tidak memiliki sumber dana tanpa batas sehingga penyaluran sangat bergantung pada penghimpunan zakat dan infak dari berbagai pihak, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan perusahaan.

“Selain korban bencana, perhatian BAZNAS juga diarahkan kepada warga miskin lainnya yang menghadapi persoalan lain, makanya kami harus selektif dalam mengalokasikanya, “pungkas Gazali. (Nht/Bintang).

www.swarakaltim.com @2024