Penggantian Pompa IPA Raja Alam 1, Perumda Batiwakkal Minta Warga Siapkan Cadangan Air

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau akan mengganti dua unit pompa distribusi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Raja Alam 1 sebagai bagian dari pembenahan sistem pelayanan air bersih. Pekerjaan yang dimulai Sabtu (19/9/2026) tersebut diperkirakan berdampak pada tekanan dan kelancaran aliran air bagi pelanggan di Tanjung Redeb dan sekitarnya.

Hal itu diungkapkan Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, melalui Manajer Hubungan Pelanggan, Rudy Hartono saat di konfirmasi Swarakaltim.com via seluler, sabtu (19/9/2026).

“Penggantian pompa diperlukan untuk menjaga kemampuan sistem dalam memasok kebutuhan air pelanggan. Dari adanya pembaruan peralatan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi gangguan distribusi di kemudian hari,” ujarnya.

Jadi, selama tahap persiapan pada tanggal 19 hingga 22 September mendatang, operasional IPA Raja Alam 1 akan dikurangi dari empat menjadi tiga pompa. Kondisi tersebut membuat tekanan air di sejumlah jaringan pelanggan berpotensi melemah, terutama wilayah yang bergantung pada distribusi dari instalasi tersebut.

“Gangguan paling besar diperkirakan terjadi pada Rabu (23/9/2026), ketika seluruh distribusi dari IPA Raja Alam 1 dihentikan sementara untuk pemasangan dua pompa pengganti. Perumda menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam sehingga pelayanan dapat kembali dijalankan pada Kamis (24/9/2026),”imbuhnya lagi.

Rudy juga menyebut bahwa pemulihan tekanan tidak langsung berlangsung serentak setelah pompa kembali dioperasikan. Jaringan membutuhkan waktu untuk kembali mencapai kondisi distribusi normal.

Karena itu, dirinya meminta pelanggan mengantisipasi dampak pekerjaan dengan menyediakan persediaan air sebelum penghentian distribusi dilakukan. Penggunaan air juga diharapkan lebih dihemat selama masa pengerjaan agar kebutuhan rumah tangga tetap dapat terpenuhi.

“Kami meminta masyarakat menyiapkan air secukupnya sebelum pekerjaan berlangsung. Gangguan ini bersifat sementara dan dilakukan untuk mendukung peningkatan pelayanan ke depan,” pungkasnya. (Nht/Bintang)

www.swarakaltim.com @2024