Tata Kawasan Jalan Tarmidi Jadi Pusat Kuliner Khas dan Olahraga, Pemkot Samarinda Rancang Pembebasan Lahan dan DED di 2027

Potret kondisi terkini kawasan Jalan Tarmidi yang masuk dalam Rencana Kerja 2027 untuk ditata ulang menjadi sentra kuliner khas daerah dan fasilitas publik yang representatif oleh Pemkot Samarinda

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemkot Samarinda terus mematangkan langkah penataan ruang perkotaan guna mempercantik estetika kota sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Kawasan Jalan Tarmidi di Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, diproyeksikan bakal disulap menjadi pusat kuliner khas daerah dan fasilitas olahraga publik yang terintegrasi.

Marnabas Pattiroy, Asisten II Sekretariat Kota (Sekkot) Samarinda membeberkan program penataan ini mencakup koridor mulai dari kawasan Jembatan Lambung Mangkurat hingga area Kantor Kelurahan Sungai Pinang Luar. Dalam perencanaan awal, Pemkot Samarinda membidik skema pembebasan lahan untuk deretan rumah toko (ruko) dan permukiman warga yang berdiri di sepanjang jalur tersebut.

“Mulai dari Jembatan Lambung Mangkurat sampai ke kantor lurah itu masih ada ruko dan perumahan. Mudah-mudahan bisa dibebaskan. Tadi desainnya sudah ada dan lumayan bagus,” ungkap Marnabas Pattiroy.

Foto 2: Marnabas Pattiroy, Asisten II Sekretariat Kota Samarinda

Marnabas memaparkan, dokumen Detail Engineering Design (DED) penataan kawasan tersebut telah berproses. Dalam rancangannya, area Tarmidi tidak hanya sekadar dirapikan, melainkan akan dilengkapi dengan fasilitas publik modern seperti lapangan futsal dan lapangan bola voli. Guna menghemat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkot Samarinda berencana menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan fasilitas olahraga tersebut.

Tak hanya sektor olahraga, penataan kawasan ini diarahkan untuk mendukung daya tarik wisata kuliner Kota Tepian. Sisi seberang Jalan Tarmidi dan koridor Lambung Mangkurat akan ditata secara seragam sebagai sentra kuliner khas, menampung para pedagang nasi kuning hingga ketupat kandangan yang selama ini kawasannya masih tersebar dan belum teratur.

“Satu sisi untuk kuliner makanan khas Samarinda seperti nasi kuning dan ketupat kandangan. Kalau sekarang di Lambung Mangkurat kan posisinya masih tersebar. Tahun 2027 mudah-mudahan bisa ditata dengan model bagian depan yang seragam,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Samarinda juga memberikan ruang bagi aktivitas komunitas lokal. Area tempat berkumpulnya komunitas pemain catur di sekitar kawasan Pasar Sungai Dama dan seberang Tarmidi turut masuk dalam objek penataan dengan dibuatkan wadah khusus yang lebih representatif.

Guna merealisasikan mega proyek penataan tepi sungai dan ruang publik ini, Pemkot Samarinda mendorong Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Samarinda untuk mengalokasikan anggaran pelaksanaan fisik pada APBD tahun 2027 mendatang.

“DED tetap di kita. Mudah-mudahan Disperkim nanti bisa menganggarkan di 2027 seiring dengan ketersediaan kemampuan keuangan daerah kita,” pungkas Marnabas.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024